Senin, 16 Februari 2009

Fan Fiction OneShot - CLEO – A SON OF TWO GODS

CLEO – A SON OF TWO GODS


PREVIEW: Beberapa hari yang lalu Lois yang sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menabrak seorang anak. Akibat ketakutan dan bingung harus berbuat apa, juga terutama takut dengan apa yang mungkin harus dihadapinya karena menabrak anak kecil, maka ia memutuskan untuk membawa anak itu pulang ke rumah daripada di bawa ke rumah sakit (takut disalahin dan dijeblosin ke penjara, lagian yang pertama kali teringat oleh Lois saat ia berada dalam masalah adalah Clark Kent, bocah kansas yang selalu bisa diandelin termasuk untuk hal-hal yang melanggar hukum).

Singkat kata, bukannya memarahi Lois seperti yang biasa dilakukannya. Clark malah kelihatannya tertarik dengan bocah yang ditabrak Lois. Apalagi dengan kenyataan bahwa bocah itu ternyata bukan bocah biasa, luka yang dialaminya akibat ditabrak mobil Lois berangsur hilang malam itu juga. Tapi ada sesuatu yang salah dengan anak itu, dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun, dia tidak berbicara seperti anak pada umumnya sehingga baik Lois dan Clark tidak bisa mengorek keterangan tentang dari mana dia berasal.

“Hallo semuanya” sapa Chloe saat memasuki ruangan, dia langsung mengarahkan matanya ke arah Lois yang baru saja mengeluh karena menumpahkan susu ke atas meja tanpa sengaja.

“Upss, sorry” seru Chloe merasa bersalah karena sedikit mengejutkan Lois, ia melirik ke arah Clark, Cleo dan Oliver Quin yang tampak sedang bercanda di ujung ruangan, mereka terlihat terlalu asyik dan sedikit tidak mempedulikan kedatangan Chloe ataupun susu yang baru tertumpah diatas meja.

“Welcome to the new world” kata Lois saat tahu apa yang sedang diperhatikan Chloe saat itu, “Yaap, biasakan matamu dengan apa yang sedang kau lihat sekarang, entah kenapa anak itu bisa langsung menyulap smallville (CK) dan si pirang (OQ)untuk lama-lama bersamanya, padahal ia sedikitpun tidak mengeluarkan suara” jelas Lois sambil sibuk membersihkan tumpahan susu yang ada diatas meja.

“Jangan bilang jika kau merasa cemburu, karena dua pahlawan kita lebih tertarik pada anak usia tujuh tahun dengan senyuman manis dan cara menatap bagaikan elang daripada padamu, …” kata Chloe meledek Lois dengan menggambarkan keunggulan yang dimiliki bocah itu.

“OK, OK, aku tidak akan mengungkitnya lagi. Ini aku temukan beberapa berkas tentang anak hilang, tapi tidak satupun yang menunjuk pada Cleo,…” Chloe memberikan beberapa tumpukan berkas pada Lois yang berisi data tentang anak hilang. “Kita benar-benar tidak punya petunjuk apa-apa tentang dari mana dia berasal, selain kalung yang sedang dikenakannya, kalung bertuliskan CLEO” kata Chloe yakin jika ia tidak menemukan informasi apa-apa tentang anak yang ditabrak Lois itu.

Tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang terlihat tergesa-gesa masuk ke dalam ruangan. “Hallo semuanya” sapa Jimmy dengan wajah berbinar-binar, “aku membawa berita yang pasti akan mengejutkan kalian semuanya” katanya terdengar terlalu bersemangat untuk mengatakan berita yang akan disampaikannya saat itu.

Telinga Oliver dan Clark langsung memanjang saat nama Lex terdengar dari mulut Jimmy. Mereka berdua melihat ke arah Jimmy yang sedang menunjukkan sesuatu ditangannya.

“Apa yang dilakukannya?, bukannya pemilihan anggota parlemen DEWAN KEAMANAN DUNIA ini sangat penting untuknya, kenapa dia malah absen dan tidak menghadirinya, persoalan penting apa yang mengalihkan perhatiannya”
tanya Chloe mengomentari berita yang dibawa Jimmy.

Clark terdiam sebentar, dia terlihat mengambil susu dari dalam kulkas dan dengan sedikit sinis memandang ke arah Lois saat melihat susu di botol itu nyaris habis karena tadi ditumpahkan Lois ke atas meja, Lois tertawa simpul dan salah tingkah lalu berusaha menyibukkan diri mengotak atik dokumen yang dibawa Chloe tadi.

Clark kemudian berjalan dan memberikan susu itu pada Cleo yang masih asyik dengan game PSP 5 yang baru dibawakan Oliver untuknya. Oliver juga sudah berada tepat di samping anak itu, mereka berdua sekilas terlihat seperti babysitter.

“Jika memang tidak ada yang merasa kehilangan anak ini, maka dia akan kuangkat sebagai anak baptisku” kata Oliver sambil tersenyum lebar. Kalimatnya ini membuat Lois, Chloe dan Jimmy memandangnya sambil mengerutkan dahi, tidak percaya kalau topik Lex Luthor yang biasanya menjadi bahan pembicaraan utama Oliver sekarang tidak diindahkannya, ia malah lebih tertarik pada Cleo, bocah yang sedang diasuh mereka itu.

CLEO – A SON OF TWO GODS

PREVIEW: Telepon yang diterima Clark dari Lois membuatnya sangat terkejut, sehingga ia langsung memutuskan untuk menggunakan keahliannya dalam berlari jarak jauh untuk bisa sampai secepatnya ke tempat Lois berada.

“Lois, apa yang terjadi” tanya Clark saat ia sudah berada tepat di sebelah Lois, matanya tertuju pada sesosok tubuh bocah yang terbaring lemah di tempat tidur. “Apa yang terjadi padanya, apa kau salah memberikannya susu, sudah kubilang berulang kali kalau jangan salah memasukkan garam ke dalam susu”…

“yang seharusnya kau masukkan adalah gula, gula Lois, gula!!!” kata Clark terlihat kebingungan, terlalu kebingungan, entah kenapa ada perasaan takut yang dirasakannya saat melihat Cleo terbaring lemah seperti itu.

Oliver yang mendengar perkataan Clark langsung melihat dengan pandangan sinis pada Lois, “Ini bukan salahku, maksudku, yaa… dia benar kalau aku sudah beberapa kali salah menaruh gula tapi garam ke dalam susunya Cleo, tapi kurasa ia sudah mulai terbiasa, maksudku, tidak mungkin hanya karena garam dan dia bisa koma seperti sekarang” kata Lois berusaha membela diri, ia kemudian mengendap-endap keluar dari ruangan, menghindar dari pandangan aneh yang ditujukan Clark dan Oliver padanya.

Lois baru saja hendak bernafas saat mendengar rentetan pertanyaan yang ditanyakan Chloe dan Jimmy yang baru saja tiba ditempat itu. “Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, semenit sebelumnya ia masih sedang bermain PSP 5 yang diberikan Oliver padanya, dan menit berikutnya ia terlihat sedikit pusing dan sangat pucat, dan berikutnya dia terlihat aneh lalu pingsan” jelas Lois terlihat berusaha mengurut kejadian yang dialami oleh Cleo.

“Apa yang terjadi di menit pertengahannya, maksudku menit di antara ia sedang bermain PSP dan ia jatuh pingsan” tanya Chloe menyelidiki, “Apa kau memberinya sesuatu Lois” Jimmy tampak tidak sabaran dan langsung bertanya pada pokok permasalahannya.

“Mmmm,,,” Lois berusaha mengelak, berusaha tidak menyebutkan susu dengan campuran garam yang tanpa sengaja sudah agak sering diberikannya pada Cleo, “Kau memberikannya susu dengan garam lagi yaa?” tanya Chloe seraya menggelengkan kepalanya. Ia dan Jimmy terlihat sedikit mendesah saat tahu apa yang diperkirakan mereka memang benar terjadi.

Oliver dan Clark keluar dari ruangan, mereka terlihat cukup tegang dan sedikit kebingungan.

“Kata dokter, Cleo membutuhkan semacam cairan pengganti plasma darah untuk menggantikan persedian plasma darahnya yang menurun drastis, jika dia tidak mendapatkannya maka kemungkinan besar ia tidak bisa bertahan” kata Clark sambil mengalihkan pandangannya ke dalam ruangan, tempat ia bisa melihat Cleo yang sedang terbaring.

“Susunan darahnya memang agak labil, dan tidak biasanya terdapat pada manusia biasa. Aku takut jika dia mungkin salah satu yang terkontaminasi,…” Oliver menghentikan kalimatnya lalu melihat ke arah Clark. “Kita tidak bisa membawanya kerumah sakit karena mereka pasti akan menggunakannya sebagai bahan penelitian, aku sudah berusaha untuk menghubungi dokter terbaik, yang ada di London. Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk menimpa anak baptisku” kata Oliver terdengar serius. Ia ternyata benar-benar sudah menganggap Cleo sebagai anak baptisnya sendiri.

Semuanya terdiam, tidak ada yang mengatakan satu patah katapun, terutama Lois yang sudah berada di pojok ruangan, ia sepertinya mau menghilang dari tempat itu, karena tanpa sadar yang lain menyalahkannya akibat apa yang menimpa Cleo.

Jimmy yang sedang meneguk kopi tiba-tiba tersenyum, tentu saja hal ini menarik perhatian yang lain, kenapa ia bisa tersenyum di saat seperti itu. “Jangan salah sangka, aku tidak tersenyum karena … aku hanya mengingat hal yang sedikit lucu yang terjadi di kantor tadi” katanya sambil melihat ke arah Chloe seperti meminta pendapatnya atas apa yang baru akan dikatakannya.

“Tentang Lex, Lex Luthor yang tadi kita temui di kantor” kata Jimmy bersemangat, Chloe mengerutkan dahinya sekilas lalu tampak mengiyakan apa yang dikatakan Jimmy. “Dia memang terlihat aneh akhir-akhir ini, bukan hanya tidak menghadiri sidang pemilihan anggota parlemen Dewan Keamanan Dunia, tapi ia juga tadi terlihat ter…” Jimmy tidak tahu harus menggambarkan keanehan yang ditunjukkan Lex sewaktu dikantor tadi.

“Tersenyum … tersenyum pada kami” kata Chloe menunjukkan raut tidak percaya terhadap apa yang baru dikatakannya. “Dia terlihat sedikit aneh, …” kata Chloe berusaha melanjutkan kata-katanya yang semakin terdengar aneh.

“Dia memang aneh, dia memang seperti itu, kalian hanya tidak memperhatikannya” terdengar suara dingin dari arah sudut ruangan, seorang wanita tampak mendekat. “Lana” seru Chloe sambil tersenyum, Lana memang selalu berubah menjadi sedingin salju saat sedang membicarakan Lex.

Lana membawa informasi tentang penelitian yang dilakukannya terhadap Lex Luthor dan kegiatan di perusahaannya. Seperti biasa, ia menemukan ada kejanggalan dari bisnis yang dilakukan Lex.

“Tampaknya ia melakukan beberapa percobaan yang berkaitan dengan penyatuan DNA” kata Lana sambil menunjukkan berkas yang ditemukannya pada Chloe, Oliver dan Jimmy. Clark sendiri terlihat tidak begitu tertarik dengan berita yang berkaitan dengan Lex, ia tetap mengarahkan pandangannya ke arah Cleo, ternyata ia sedikit trauma akibat kehilangan sobat kecil yang sempat dialaminya beberapa waktu lalu, tentang ryan yang meninggal karena tumor otak.

“Bukannya, yang sedang dikembangkan Lex ini berkaitan dengan plasma darah” Oliver mendekat ke arah Clark, ia menunjukkan hasil laporan yang dibawa Lana. Clark lalu tampak membacanya dengan serius.

“Kalau begitu semuanya sudah teratasi, Cleo membutuhkan cairan sejenis plasma darah, dan Lex sedang mengembangkan percobaan yang berkaitan dengan itu, kenapa kita tidak membawa Cleo pada Lex saja. Dan masalah berakhir” suara Lois yang sejak tadi tidak terdengar sekarang terdengar cukup lantang dari ujung ruangan. Pendapatnya itu membuat Clark, Oliver, Lana, Chloe dan Jimmy menatapnya bersamaan dengan pandangan tajam yang sama, yang langsung membuat Lois salah tingkah.

CLEO – A SON OF TWO GODS

PREVIEW: Keadaan kritis yang dialami Cleo memaksa Clark dan yang lainnya mengambil keputusan yang sangat penting yakni membawa Cleo pada Lex dengan harapan bahwa tokoh villian yang pernah menjadi sahabat mereka itu bisa membantu.

“Apa kau yakin dengan keputusan ini” tanya Oliver pada Clark saat mereka berada tepat di depan kastil milik Lex, “Kau yang lebih kenal Lex dari siapapun, kalian pernah menjadi teman, dan aku juga tidak mengerti kenapa bisa begitu” kata Oliver, ia terlihat sudah lengkap dengan pakaian green arrow serta panah dan busurnya.

Clark hanya diam, ia melihat ke arah Cleo yang berada dalam pelukannya, ia sedang memeluk anak itu dilengannya. Entah kenapa, ia tidak bisa menjelaskan perasaan apa yang dirasakannya terhadap anak itu, rasa takut dan sakit yang dirasakan anak itu seolah bisa dirasakannya juga. Cleo membuka matanya, ia melihat ke arah Clark yang sedang menggendongnya, walaupun sedang terlihat lemah tapi ada secercah senyuman yang ditunjukkan anak itu dan membuat Clark merasa sedikit tenang.

“Apapun yang akan dilakukan Lex, kita akan berada di sana untuk menemani Cleo, Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Cleo” kata Clark terdengar sangat serius.

Lana dan Lois yang berada di barisan paling belakang saling bertatapan, “Bagaimana kau bisa menyukai Lex” tanya Lois tanpa sadar. Lana melihat sinis ke arahnya, “Bagaimana kau bisa menyukai Clark” jawab Lana dengan pertanyaan baru. Chloe dan Jimmy yang berada di depan mereka saling memandang saat merasakan hawa yang tidak menyenangkan mulai terasa disekitar mereka.

Tidak sulit untuk Clark cs memasuki rumah kastil milik Lex, dengan kemampuan Clark dan keahlian Oliver mereka dengan mudah menerobos masuk dan melumpuhkan petugas keamanan milik Lex.

Saat mereka masuk ke dalam kastil, Lex sedang berada di dalam ruang tengah, tempat perapian berada.
Clark menghentikan langkahnya saat melihat ke arah punggung Lex, laki-laki itu sedang duduk menghadap perapian, ditangannya ada segelas vodka. Tampaknya Lex sudah menyadari kedatangan mereka walaupun belum membalikkan badan untuk melihat ke arah Clark dan tamu tak diundang lainnya.

“Bukannya sudah kubilang kalau rumah ini tidak terbuka lagi untukmu, Clark” kata Lex dengan nada dingin seraya meneguk vodka yang ada ditangannya.

“Aku tidak akan datang kesini jika punya pilihan lain, dan aku benci untuk mengatakan ini, aku membutuhkan pertolonganmu Lex” kata Clark berusaha mengatakan keseluruhan kalimatnya dengan jelas.

“Hahaha, Clark Kent membutuhkan pertolonganku, apa kau bercan…” Lex berbalik dan melihat ke arah Clark, senyuman sinis yang baru akan ditunjukkannya sekilas lenyap.

“CLEO” seru LEX sambil mendekat ke arah Clark, pandangannya tertuju pada bocah yang sedang berada dalam dekapan lengan Clark.

Clark sekejab merasa kebingungan, kenapa nama anak itu bisa langsung diketahui oleh Lex padahal ia belum memperkenalkan nama anak itu. Begitu juga Oliver, Chloe, Lana, Lois dan Jimmy yang langsung mengerutkan dahi disaat yang bersamaan, heran karena Lex mengenali Cleo.

Lex mendekat ke arah Clark, sekarang ia bisa melihat Cleo dari jarak dekat, anak itu membuka matanya dan melihat ke arah Lex seraya mengucapkan “PAPA” … … …
Clark tampak seperti berhenti bernafas, itu kata pertama yang didengarnya dari mulut Cleo, selama ini anak itu mengunci erat mulutnya dan tidak mengatakan sepatah katapun pada mereka.

Ucapan Papa yang dikatakan Cleo membuat semua dari mereka kecuali Lex melihat ke arah Lana secara bersamaan. “PPPAPA” seru Lois pada Lana yang berada tepat disebelahnya, kenyataan bahwa hanya Lana yang sedang berada ditempat itu yang pernah berstatus sebagai istri Lex membuat mereka mengira bahwa CLEO adalah anak hasil dari pernikahan Lex dan Lana.

“Bukan, … … maksudku, tidak mungkin, kecuali dia melakukannya dengan cara yang tidak biasanya…” kata Lana terbata-bata, bingung, ia sendiri tidak tahu apa yang harus dikatakannya karena ia sama terkejutnya dengan orang lain yang ada diruangan itu. Lex memang suka melakukan percobaan-percobaan diluar nalar, tapi belum pernah terpikirkan kalau ia akan bertindak sejauh ini, menciptakan anak tanpa melalui proses yang wajar.

“PAPA…” seru Cleo sekali lagi, dan Lex langsung mengambil Cleo dari dekapan Clark. Namun sedetik kemudian anak itu pingsan. “Cleo, Cleo, Cleo” seru Clark dan Lex secara bersamaan. Entah kenapa aura persahabatan yang dulu pernah kental terasa diantara mereka sekarang kembali terasa.

Lex memangku Cleo ditangannya dan layaknya ayah yang baik, ia membisikkan sesuatu terus menerus ke telinga Cleo untuk menenangkannya. Beberapa kali ia tampak memberikan pil pada Cleo, tapi itu tampak tidak terlalu membantunya, “Kau harus kuat Cleo, kau harus kuat, karena kau laki-laki, hidup memang tidak selalu semudah yang kita kira dan kau harus menyiapkan dirimu sebisa mungkin untuk situasi sulit seperti sekarang ini” kata Lex pada Cleo.

Clark menyipitkan matanya saat mendengar perkataan Lex, begitu juga yang lainnya, ini pertama kalinya Lex menunjukkan sifat yang sangat tidak biasa seperti itu di depan umum. Mungkin hanya Clark dan Lana yang tahu kalau dia masih punya sisi baik seperti itu.

Clark dengan sigap mengambil Cleo dari tangan Lex, dan itu membuat Lex terkejut, “Apa yang kau lakukan, kembalikan dia padaku” kata Lex, namun sedikit memelankan volume suaranya agar tidak mengganggu Cleo yang sepertinya sedang berusaha untuk tertidur.

“Kau tidak boleh mengatakan hal-hal aneh seperti itu padanya, apalagi pada saat sekarang, seharusnya kau hanya berkata, tenanglah semuanya akan baik-baik saja” kata Clark sambil mendekap lebih erat Cleo ditangannya.

Lex baru saja hendak menjawab perkataan Clark, namun tiba-tiba, Lana mengambil Cleo dari tangan Clark, dan dengan sigap, Chloe dan Lois mendorong tubuh Clark dan Lex ke arah belakang, menyuruh mereka menjauh dari Cleo yang sudah tertidur.

“Hanya karena tidak ada tulisan harap tenang ada orang sakit di sini, bukan berarti kalian boleh berkelahi di sini” kata Lois, bagaikan seorang perawat yang memarahi pengunjung rumah sakit yang sedang bertengkar. “tetap menjauh dari anak itu jika kalian masih terus ingin bertengkar mulut” kata Chloe sambil memblokade jalan Lex dan Clark yang baru ingin mendekati Cleo.

CLEO – A SON OF TWO GODS

Sebuah helikopter tiba-tiba parkir dihalaman belakang kastil milik Lex. Helikopter itu membawa beberapa dokter dan ahli anatomi yang sengaja dipanggil Lex untuk datang malam itu.

Maaf tuan Luthor, kadar alkohol dalam darah anda paling tidak membutuhkan tiga hari untuk dinetralisir, dan jelas kita tidak dapat menggunakan darah anda sebagai suplemen plasma darah untuk Cleo sekarang, anda harus mendapatkan suplemen dari donor darah pendamping” suara dokter cukup jelas hingga membuat Lex agak pening, ia tahu arti dari mendapatkan donor darah pendamping saat itu adalah berarti mengatakan semuanya, mengatakan hal yang sebenarnya pada Clark.

Lex keluar dari ruangan, semua mata memandang ke arahnya, tapi tak satupun kata yang keluar dari mulutnya, ia bingung harus memulai kata-katanya dari mana. Clark yang sudah tidak sabar akhirnya mendorong Lex ke arah tembok. “Apa yang terjadi, apa yang kau lakukan pada Cleo sehingga anak itu punya kelainan darah seperti itu” kata Clark berusaha meredakan amarahnya.

Oliver menahan Clark dan menjauhkannya dari Lex, namun baru saja Lex mulai bernafas normal setelah tercekik Clark, sebuah tamparan mendarat di pipi kirinya, tamparan keras yang diberikan oleh Lana. Prakkk, suara tamparan Lana menggema di sepanjang ruangan.

“Apa yang sedang kau lakukan Lex, bagaimana mungkin kau tidak menanyakan persetujuanku sebelum melakukan ini semua.” kata Lana dengan suara lantang, mengingat apa yang sudah pernah dilakukan Lex, rasanya tidak berlebihan untuk menuduhnya mengkloning seseorang berdasarkan dna-nya sendiri dan dna-orang lain.

Lex tidak berkata-kata untuk beberapa menit kemudian,
“…, aku hanya tidak tahu dan tidak memprediksi jika dia bisa terluka seperti ini, aku sudah mengurusnya dengan baik, selama ini aku berusaha untuk secara rutin memberikan plasma darahku sendiri untuknya, sehingga ia bisa tetap hidup, dan juga berusaha untuk menjauhkan segala makanan yang mengandung garam karena itu bisa merusak sel plasma darahnya…” kata Lex setengah menunduk,

Chloe, Jimmy, Oliver, Lana dan Clark langsung melihat ke arah Lois, saat mendengar kata garam keluar dari mulut Lex.

“Aku sudah berusaha agar ia tidak terluka, tapi…” kata Lex, ia mengalihkan pandangannya ke dalam ruangan, tempat Cleo sedang berbaring, sekilas anak itu terlihat hanya tidur biasa.

“Bisakah kita mencernihkan semua ini, ada hal yang tidak kumengerti! Sebenarnya, Cleo ini anak siapa, maksudku, apakah dia anakmu Lex, tapi anakmu dengan siapa?” Jimmy yang sejak tadi menjadi pendengar setia, tiba-tiba membuka suaranya.

Lex setelah mendengar pertanyaan Jimmy secara spontan melihat ke arah Clark, tentu saja pandangannya itu membuat semua yang berada di ruangan itu juga ikut melihat ke arah Clark yang langsung salah tingkah. “Kau tidak sedang berusaha mengatakan bahwa Cleo itu anak kitakan!” kata Clark sambil tersenyum, namun senyuman itu tiba-tiba hilang saat Lex tidak menyangkal perkataannya.

Chloe, Lois dan Lana nyaris muntah, mereka merasa sedikit mual saat membayangkan sesuatu yang hanya boleh dibayangkan anak berusia tujuh belas tahun ke atas, sesuatu yang tidak normal yang secara tidak langsung tergambar dari reaksi Lex.

Oliver dan Jimmy yang berdiri didekat Clark, secara spontan bergeser beberapa langkah ke samping, mereka menunjukkan reaksi yang tidak jauh berbeda dengan apa yang ditunjukkan oleh Chloe, Lois dan Lana.

“Apa maksudmu?” Clark langsung secepat kilat mendekat ke arah Lex, namun laki-laki itu ternyata sudah memperkirakan tindakan Clark, ia menarik Lana dan berlindung dibalik tubuh wanita itu. Lana sendiri yang masih belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang terjadi ikut berusaha meredakan emosi Clark.

“Apa maksud semua ini Lex, apa maksudmu dengan mengiyakan Cleo itu adalah anak kita berdua, sedangkan kita tidak pernah… kau tahu maksudku” kata Clark sebenarnya ingin tersenyum karena kata-katanya terdengar sedikit bodoh.

“Ini semua kecelakaan, sebenarnya aku juga tidak menyangka kalau ini yang akan terjadi. Semula aku hanya akan menggunakan dna milikku dan Lana untuk menciptakannya. Tapi ternyata kami butuh suplemen tambahan, dan itu bisa ditemukan dalam darahmu” kata Lex, kata-katanya cukup jelas terdengar dan membuat Lana menyipitkan matanya.

“Bukan salahku jika plasma darahmu mengandung sejenis embrio kodok yang bisa berubah fungsi dan menjadi embrio pendamping yang berfungsi sebagai sel telur, sehingga kami tidak membutuhkan dna lain termasuk dna Lana untuk menciptakan Cleo” kata Lex dengan nada yang sangat cepat, sehingga orang yang mendengarnya membutuhkan waktu untuk memproses kata-katanya.

Clark dan Lana saling bertatapan, tidak sepenuhnya mengerti dengan apa yang dikatakan Lex.

“Apa maksudmu, kau menggunakan dna-mu sendiri dan dna-Clark yang menyerupai embrio kodok untuk menciptakan Cleo” kata Jimmy, ia terlihat sedang menganalisa sesuatu. “Berarti, kalian bisa dikatakan adalah orang tua biologis dari Cleo, kau adalah ayahnya dan Clark adalah…” Jimmy berhenti bingung harus menamai apa hubungan tidak biasa itu.

Clark yang marah besar, entah karena dnanya di curi atau dikatakan seperti embrio kodok dengan cepat langsung mendapatkan Lex dan mendorong tubuh laki-laki itu ke arah dinding dan sekali lagi mencekiknya.

Lois dan Chloe saling berpandangan, seraya mengingat kembali tentang cara tertawa Cleo dan Clark yang sangat sama, begitu juga cara melihatnya yang tajam sangat mirip dengan cara Lex melihat sesuatu.

“Terserah apa yang akan kau lakukan padaku setelah ini, tapi sekarang yang terpenting adalah Cleo, dia adalah anak biologismu, dan dia sedang membutuhkan suplemen plasma darah milikmu Clark, selama ini dia hidup dari suplemen darahku tapi sekarang tidak bisa karena kadar alkohol dalam darahku terlalu tinggi. Lagipula bukan aku yang memberikannya garam,…” kata Lex disela-sela nafasnya.


CLEO - A SON OF TWO GODS


Beberapa waktu kemudian. Keadaan Cleo mulai stabil.
“Selama ini dia berada di mana?” Clark membuka pembicaraan. Chloe dan Lois yang sedang duduk di sofa tepat disebelah tempat tidur Cleo melihat ke arah Lex, menunggu jawaban dari pria itu.

“Dia bersekolah di boarding school London” kata Lex singkat, pandangannya tertuju pada Cleo yang masih lemah di tempat tidur. “Kau tidak boleh menyekolahkannya di sana, ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak punya teman dan dingin sepertimu” kata Clark, ia mengerutkan dahinya seakan membayangkan jika sekolah anak-anak orang kaya memang hanya akan menghasilkan orang-orang berwatak dingin seperti Lex.

“Apa maksudmu?, apa kau sedang menyalahkanku karena memberikan fasilitas terbaik untuknya” kata Lex lantang. “Fasilitas terbaik yang akan membuatnya tumbuh tanpa sahabat seperti yang kau alami, apa itu yang kau inginkan” kata Clark seperti membuka arena perdebatan.

Oliver mengerutkan dahi saat mendengar pendapat Clark.
“Dia adalah putraku, maka aku berhak untuk menentukan apa yang terbaik untuknya” kata Lex singkat dan merasa menang. “Ohh yaa, apa kau kira tanpa bantuan dnaku maka Cleo akan benar-benar senyata sekarang” kata Clark sekarang sudah berdiri tegak menghadap ke Lex.

“Bukan salahku jika dnamu mengandung embrio sejenik kodok, yang bisa beradaptasi dengan dnaku” kata Lex juga terdengar tidak mau kalah. “Hentikan menyebutku seperti kodok” kata Clark wajahnya mulai memerah,

“Aku tidak mengataimu, tapi dnamu” jawab Lex singkat.

“Kenapa aku merasa seperti sedang berada ditengah pertengkaran pasutri muda” bisik Jimmy ke telinga Chloe.

“Setelah ini dia tidak akan sekolah ditempatnya yang dulu, ia akan bersekolah di Smallville, tempat di mana ia bisa menemukan sahabat” kata Clark berusaha untuk merendahkan volume suaranya yang tadi sempat meninggi.

Apa?, kau akan menyekolahkannya di tempat sekolahmu yang dulu? Hahaha” kata Lex sedikit sinis, “Dan dia akan memakai baju kotak-kotak atau setelan pakaian berkombinasi warna merah dan biru seperti yan sering kau gunakan” kata Lex yang tidak hanya membuat dirinya tertawa, tapi juga Oliver.
“Yaa, kukira memag Cleo seharusnya bersekolah diboarding school, mereka punya pakaian yang bagus dan fashionable di sana” kata Oliver spontan.

Clark menyipitkan matanya ke arah Oliver, “bukan itu maksudku, maksudku bukan membela Lex, tapi memang trend baju sekarang bukan kotak-kotak apalagi yang hasil campuran warna merah dan biru” kata Oliver kebingungan harus berkata apa.

Keadaan ruangan itu memanas, dan tiba-tiba Chloe mengeluarkan suara.
“Lihat, Cleo tersenyum, sepertinya dia akan segera pulih” kata Chloe berusaha mengalihkan permbicaraan. “Senyumannya memang mirip denganmu Clark” kata Lana ikut berusaha mendamaikan keadaan. “Yaa, dia jelas sangat mirip denganmu saat sedang tidur Clark” tambah Lois dan ini jelas membuat Clark terlihat senang.

“Dan jelas dia mewarisi rambutmu Clark” kata Lex dengan nada bicara yang agak santai daripada sebelumnya. Chloe, Lana dan Lois mengiyakan pendapat Lex.

“Kecuali ponimu!” Oliver memperhatikan bentuk rambut Cleo tepat dibagian poninya, “Yaa, kurasa kau benar, dia tidak mewarisi poni aneh berbentuk S yang selalu dibanggakan Clark” lanjut Lex dengan nada cuek.

Wajah Clark memerah karena marah, “Pertama mereka mengejek tentang dnaku yang katanya seperti embrio kodok, lalu mereka membahas tentang selera pakaianku yang out of date, dan sekarang mereka mengejek tentang poni S rambutku, poni S trademarkku”
kata Clark, dan sekarang terlihat ingin bertarung.

“Bukan aku, Lex duluan yang memulai membahas tentang rambut” kata Oliver sambil mengangkat tangannya tanda tidak merasa bersalah. “Yaa, tapi tadi aku memuji rambutmu, Oliver yang membahas tentang ponimu lebih dulu” sahut Lex tetap tidak mau kalah.

“CUUUUUKKKKKUUUUUPPPPPPP” teriak seorang dokter yang sejak tadi menangani Cleo. “Kalian bertiga keluar dari ruangan, kalian juga yang sedang tertawa, sekarang juga”.

THE END Bye… Roll Eyes Roll Eyes Roll Eyes

--------------------------
PDF Format - Download -

Senin, 02 Februari 2009

Fan Fiction OneShot - Save The World

SAVE THE WORLD

“FORTRESS OF SOLITUDE”
“sekarang pergilah.. kau sudah kuberi kekuatan dan kehidupan kembali. ini kesempatanmu untuk menyelesaikan tugasmu.. selamatkanlah keturunan terakhir Krypton yang akan menyelesaikan misinya untuk menyelamatkan bumi ini”
“Baik..Akan aku laksanakan”
Lalu wanita itu bergerak secepat kilat meninggalkan bangunan asing di mata orang awan.. semacam kastil yang terbuat dari kristal.

METROPOLIS..
“Nenok.. kenapa kau diam saja.. adakah suatu pikiran yang mengganggumu ?” Tanya Pudel ke nenok secara mesra.
“Ah tidak.. hanya... mm.. gak papa kok.. lupakan saja” balas nenok dengan senyuman kurang ikhlas..
Pudel menatap nenok dan tersenyum manis padanya.. Dia langsung menggandeng tangan nenok dan mengajaknya makan di kantin kantor.

Ada yang lain di pikiran nenok. Nenok pun tak tau itu pikiran buruk ato baek. Nenok pun sampai tidak nafsu melihat makanan yang ada di depannya.
“Kau kenapa ? Tidak seperti biasanya kau begini. Kau selalu bersemangat bila bertemu makanan.” Tanya Pudel.
“Sudahlah tidak papa.. mungkin pikiranku terlalu banyak dijejali masalah kerjaan. Jadinya seperti ini deh.”
“Jangan pikirkan itu dulu” Pudel sembari menggeserkan kursinya mendekati nenok. “Kau tau khan kita lagi jam istirahat? Lebih baek gunakan jam ini untuk mengistarahatkan otakmu juga.”
Nenok tersenyum padanya..

STAR CITY..
“OQ.. aku menangkap sesuatu yang tidak lazim” Teriak Ollie
“Wew.. tidak biasanya kamu seantusias itu.. ada apa ? Tolong jelaskan dengan tenang” Timpal OQ.
“Lihat ini.. ada semacam benda yang bergerak dengan kecepatan setara dengan kecepatan cahaya mengarah ke Central Kansas”
“Central Kansas ?” OQ terkaget-kaget.. Di sana terletak Smallville.. kampung halaman Pudel.
“Aku akan keluar sebentar.. tolong kau pantau terus keberadaan benda itu”tambah OQ.
“Ok..” jawab Ollie

OQ langsung bergegas mengambil telpon genggamnya. Berulang kali dia mencoba menghubungi Pudel tapi tetap aja tidak bisa. Seperti biasa.. jika jam istirahat Pudel selalu mematikan telpon gengamnya. Karena pikirnya itu waktu yang tepat untuk berduaan dengan nenok. OQ langsung keluar menuju garasi nya dan menyalakan Bentley nya.

TALON
Lab mini Reflection pun menangkap sesuatu yang sama. Suatu benda yang bergerak dengan cepatnya menuju ke Central Kansas.
“Wow.. apa ini ?. Dan sepertinya mengarah ke Smallville,”
Reflection dengan reflek langsung mencoba menghubungi Pudel. Sama seperti yang terjadi pada OQ. Telpon gengam pudel tidak bisa dihubungi.
“Sial.. mau tak mau aku harus ke Daily Planet” gerutu Reflection. Dia lalu mengambil jaket nya dan menghadang taxi di depan Talon.
“Daily planet sir.. in 10 minutes..” Seru Reflection
“Wew nona.. ini bukan kereta super cepat..” Jawab tukang taksi
“Yah pokoknya secepatnya.. ada berita penting yang harus aku sampaikan ke temanku. Aku beri tip tambahan.. Deal ?”
“Baik Nona..”
Si supir langsung melajukan kendaraanya menerobos kemacetan jalan.

BOOM...........
Ledakan keras terdengar dalam radius 3 km. Smallville tampak berasap dan berdebu dari kejauhan. Sebuah lekukan bekas jatuhnya benda angkasa tepampang di tanah smallville. Debu mulai menghilang dan tampaklah sosok manusia di tengah kubangan tanah itu.
“Sial.. aku tak mampu menghadapinya sendirian” Seru wanita itu..
Secara tiba tiba datang sebuah benda yang menimpa dirinya.. JEDUAR.. benda itu telak mengenai badan wanita itu.

Di lain tempat, Reflection dan OQ tiba di daily planet hampir bersamaan..
“OQ ?” seru Reflection..
“Kau juga di sini”” Tanya OQ..
“Aku menemukan sesuatu yang asing.. mengarah ke smallville.” jawab Reflection
“Aku juga.. lebih baek kita sekarang menemui Pudel” lanjut OQ.
OQ dan Reflection bergegas masuk ke daily planet. Mereka di beritahu bahwa pudel dan nenok sedang makan berdua di kantin.
“Pudel..!!!” OQ setengah berteriak memanggil pudel.
“Hyup..” Pudel menjawab setengah kaget..
“Kita harus bicara.. penting!!!”Lanjut OQ..
“Baiklah..”
Reflection tanggap dan segera mengajak ngobrol nenok.
“Ada sesuatu benda.. terbang mengarah ke Smallville.. aku takutnya itu bukan benda,... melainkan makhluk..” kata OQ kepada pudel
“Gila.. kita harus kesana secepatnya untuk memastikannya” Seru pudel..
sementara Reflection mengobrol dengan nenok.. Pudel secepat kilat meninggalkan mereka seperti biasanya..
“Wow dimana pudel ?” Tanya nenok kepada OQ
“Oh dia.. sepertinya tadi perutnya mendadak sakit..”jawab OQ sambil melirik ke reflection.
“Iya mungkin dia ke WC buru buru.. dan gak sempat pamit padamu”. Tambah Reflection setengah bingung.
“Ah sial tuh anak.. seperti biasa menghilang begitu saja”

Back to Smallville..
Badan wanita itu sudah lemas.. sudah tidak ada kekuatan lagi untuk berdiri. Tampak memar di sekujur tubuhnya. Apalagi dia baru saja dijatuhi sebuah bongkahan pesawat ulang alik. Terdengar suara tawa menggelegar dari kejauhan. Semakin lama semakin keras dan terdengar dekat.
Tiba tiba si empunya tawa itu mendarat di samping wanita itu.,..
“ha ha ha ha” tawa yang menakutkan keluar dari mulutnya. Makhluk itu mengangkat salah satu kakinya dan akan menginjakkan kakinya ke wanita itu.
JEDUAR!!! belom sempat makhluk itu mendaratkan kakinya.. sebuah benda menghantam keras badannya dan melontarkan makhluk itu 10 meter jauhnya..
“Kau tak apa apa ?, Lady ?!?!”
“Chasa ?”
“Apa kau masih punya tenaga untuk berdiri Lady ?”
“Aku rasa tidak... Tenagaku habis..”
“Sial.. makhluk itu tak akan bisa kuhadapi sendirian..”..
Chasa mendekat pada Lady dan dengan ability nya dia mencoba menyembuhkan Lady. Blom lama dia mencoba, makhluk itu sudah kembali dan menendang Chasa jauh-jauh.
Chasa meringis kesakitan. Dia bukan tipe petarung seperti Lady. Chasa dibesarkan sebagai HEALER (penyembuh) dan pelindung Krypton.

Makhluk itu terus tertawa.. melihat 2 wanita di depannya sudah tak punya kemampuan lagi.. Makhluk itu justru semakin ganas. Perlahan lahan Makhluk itu menghampiri Lady yang sudah tidak punya kekuatan lagi. Makhluk itu menjambak rambutnya dan menariknya lalu meletakkan Lady di samping Chasa. Makhluk itu menyiapkan tolakan untuk meloncat sekuatnya.., dan makhluk itu melompat tinggi.. WHUSS... dan dengan gaya gravitasi + ketinggian lompatan + berat badannya yang super.. dia menghujam ke bumi dengan kecepatan sangat cepat. Ternyata dia merencanakan untuk menimpa ke 2 wanita tadi dengan kakinya yang super besar.
BHUAM!!!!! dia mendarat tepat di target. Tapi dengan seketika makhluk itu melongo karena sasarannya hilang. Di seberang dia melihat Pudel telah menyelamatkan Chasa dan Lady.

“Hei makhluk jelek.. ayo lawan aku. Mereka bukan levelmu!!!” Tantang Pudel. Pudel tak kuasa menahan emosi melihat Lady dan Chasa dihajar oleh makhluk itu.
“ha.. ha.. ha..” Makhluk itu tertawa lagi..
Pudel melihat makhluk itu.. Tinggi.. besar.. hampir seluruh tubuhnya bersisik kasar. Di lututnya terdapat tanduk yang mencuat begitu juga di siku dan bahunya. Matanya merah menunjukkan keganasan di dalam diri Makhluk itu. Pudel pun sempat merasa ciut nyalinya melihat sosok makhluk itu.. Tanpa mempedulikan rasa takutnya, Pudel menerjang makhluk itu dan memukulinya secara membabi buta. Tanpa dinyana ternyata makhluk itu malah tersenyum pada pudel dan membalasnya dengan 1x pukulan telak di dagu Pudel.. Pudel pun terpental jauh dan badannya menabrak sebuah tower air di salah satu peternakan smallville.
“ha..ha..ha..” Makhluk itu tertawa lagi. Tapi tawa yang ini berbeda. Serasa ada kepuasan dari tawa makhluk itu.

Berita akan pertarungan ini secara cepat tersebar ke seluruh metropolis. Nenok pun mendengarnya dan dengan sigap dia mempersiapkan kru nya untuk segera menuju TKP. Kabar ini pun tak lepas dari telinga Alexa. Dengan mewarisi hampir sebagian kekayaan Lex Luthor.. dia menggunakan kekuatannya itu untuk mencari tahu apa yang terjadi di smallville.

Pudel segera bangkit dari tower itu. Dia meloncat cepat ke arah makhluk itu dan memberi hadiah makhluk itu bogem mentah tepat di matanya. Makhluk itu sempoyongan.. Limbung dan hampir jatuh. Tapi sayang.. cuman hampir jatuh.. Pudel belum bisa menjatuhkan makhluk itu.
“Pudel minggir.. aku akan memanah matanya” Seru OQ dari kejauhan.. Ntah darimana OQ bisa datang secepat itu. Pudel tak mengambil pikir panjang.. dia langsung minggir dari makhluk itu.
Tiba tiba sebuah anak panah maluncur deras dan menghujam di mata kanan makhluk itu.
“Great shot OQ...” Timpal Pudel..
“Aku serahkan sisanya kepadamu Pudel.. aku percaya padamu.. sementara aku mencoba untuk menyembuhkan Lady dan Chasa..” kata OQ.
“Ok.. Thx..”
Makhluk itu berteriak keras.. “HOAAAAAAAAAAAAA.........”
baru kali ini makhluk itu berteriak. Dan aroma kemarahan makhluk itu semakin terdengar.

Terdengar raungan suara helikopter dari kejauhan. Dengan mata super nya Pudel dapat melihat tulisan LUTHER CORP. di badan helikopter tersebut.
“Kenapa ada helikopter milik Luther corp. disaat seperti ini..”
tak disangka juga.. di belakang helikopter milik Luther Corp. itu.. terdapat juga helikopter milik Daily Planet. Pudel melihat sosok orang yang dikenalinya di sana..
“Evan dan Nenok? Sial.. apa yang mereka lakukan disaat seperti ini? Ini bukan tempat yang bagus untuk mencari berita..”
Pudel pun dihadapkan pada sitauasi yang sulit. Di satu sisi dia ingin tetap menghajar makhluk tersebut.. tapi di sisi lain dia takut identitas nya terbongkar..
Makhluk itu menatap 2 benda yang terbang di langit itu.. Pudel pun langsung tau apa yang akan direncanakan makhluk itu..

“Nenok lihat.. makhluk itu.. bukan bukan.. itu monster..” seru Evan
“Siapa monster itu.. dari mana dia ?” kata Nenok tak kalah kaget nya..

Tiba juga helikopter ke 3 milik Metropolis TV. Helikopter ini adalah media untuk menyiarkan langsung kejadian ini.

“Sial semakin banyak media yang datang kemari.” Gerutu nenok
“Aku akan memotret nya dan mengambil angle yang terbaik” Kata Evan.
Evan pun asyik sendiri dengan kameranya.

Makhluk itu.. ato lebih tepatnya monster.. seperti yang disebut evan.. mengambil sebuah batu sebesar kepalan tangan dan melemparkannya tepat ke helikopter Daily planet.
Pudel dilanda kebingungan yang mendalam.. dia sudah memutuskan untuk mencoba menghentikan laju batu ini dengan menangkapnya persis di depan helikopter.. tapi tiba tiba Lady sudah menyelamatkan helikopter tersebut.. Lady tersenyum manis pada pudel dan mengedipkan salah satu matanya.
“Rahasiamu akan tetap aman..” Begitu gerak bibir Lady yang ditangkap oleh pudel.

“Ka..Kau Lady bukan ?” Tanya nenok..
“Cepatlah kalian pergi.. ini bukan saat yang tepat.. ato lebih baik carilah tempat yang aman..” Perintah Lady.
Evan malah sibuk memotret sosok Lady yang terbang di udara itu.
“Lady.. aku tak menduga kau.. ternyata kau..”
“Sudah Cepat!!! pergilah dari sini.. aku tidak bisa menjamin bagaimana kedepannya jika kalian tetap disini” Gertak Lady..

Sementara di daratan.. pudel sibuk menghadapi monster menakutkan itu. Di tempat lain.. OQ sedang menemani Chasa yang sedang menyembuhkan dirinya sendiri setelah sebelumnya kekuatannya di kuras habis untuk menyembuhkan Lady.
“Bagaimana keadaanmu ?” tanya OQ
“Aku tidak apa apa.. berangsung angsur membaik” jawab Chasa.
“Monster itu cukup tangguh. Bahkan pudel pun menjadi mainan buatnya.” tambah OQ.
“hanya ada 1 cara untuk mengalahkan makhluk itu..” tukas Chasa
“Bagaimana ?”
“Kami orang krypton harus menyatukan kekuatan kami.. dan menghantamkan kekuatan kami ke arah monster itu.”
“Apa itu tidak beresiko ?”
“Sangat.. sangat beresiko.. karena itu aku membutuhkanmu OQ. Kau adalah pemanah terhebat di bumi ini. Aku membutuhkanmu untuk memecah konsentrasi monster itu. Apakah kau bisa ?”
“Ok.. aku akan mencobanya.” Jawab OQ dengan yakin.

Helikopter Luther Corp. terus merekam kejadian yang ada di darat. Dan Alexa menemukan sesuatu hal yang selama ini terus dia pikirkan. Ternyata pikiran Lex Luthor benar. Ada makhluk kuat di bumi selain manusia. Helikopter itu juga merekam dengan jelas sosok Lady. Secara sigap Alexa langsung menyimpannya ke dalam database.
“Ini adalah penemuan yang luar bisa” seru Alexa yang juga ikut di helikopter milik luther corp.
Mungkin ini yang membedakan Alexa dan Lex Luthor. Walaupun mereka sama sama memiliki nama Lex di dalamnya tapi tindakan mereka berbeda. Lex Luthor dalam hal begini pasti akan bertindak dengan pikiran matang. Dia tidak akan ikut di dalam helikopter tersebut dan tidak ikut turun langsung ke lapangan. Sedangkan Alexa terlalu ceroboh untuk ikut terjun langsung ke dalam medan pertempuran itu. Itulah mungkin alasan kenapa Alexa hanya menjadi istri simpanan Lex luthor.

Pudel masih terus disibukkan dengan monster itu. Pudel dan Lady silih berganti menyerang monster itu. Namun dari tadi monster itu blom jatuh sama sekali. Hal yang benar benar diluar dugaan. Kali ini, sial benar benar di terima pudel. Sebuah pukulan telak kembali mendarat di tubuhnya. Pukulan itu mengenai perutnya dan melontarkannya sejauh 100 meter. Pudel bahkan susah membuka matanya untuk saat ini. Dari bibirnya keluar darah segar. Baru kali ini pudel mengeluarkan darah segar. Seketika dia mencoba membuka matanya.. dia melihat helikopter Daily planet tepat diatasnya.
“Nenok.. apa yang kau lakukan.. cepat pergi dari sini..” pikir pudel yang tak mampu mengeluarkan kata kata dari mulutnya

di dalam helikopter daily planet.. Nenok melihat kebawah.. mencoba mencari sosok yang baru saja terkena pukulan telak dari monster itu. Dan finally dia menemukannya. Dia meminjam kamera Evan untuk segera melihat dengan jelas sosok itu melalui lensa nya. Hampir saja kamera itu dijatuhkan nenok dari helikopter karena saking kagetnya.
“Tidak mungkin.... itu tidak mungkin...” nenok berkata sambil mengeluarkan air mata..
“Ada apa nenok ? Apa kau menemukan sesuatu” Tanya Evan..
Nenok secara sigap langsung menguasai dirinya sendiri..
“Pilot.. bisakah kau mengusahakan agar smua helikopter itu pergi dari sini ? Lakukan manuver terhebatmu untuk mengusir helikopter-helikopter itu pergi dari sini.. termasuk kita juga akan pergi dari sini” pinta nenok kepada pilot
“Tapi.. bukankah ini akan menjadi cerita yang super, miss nenok ?”Tanya pilot..
“sekarang ini bukan saatnya kita memikirkan cerita yang super.. Tapi kita harus memikirkan orang lain. Secepatnya kita harus menyelamatkan mereka.. Jika mereka saja yang kuat kesusahan menghadapi monster itu.. bagaimana dengan kita ?” Jelas nenok.
Tentu saja kata kata itu ada maksud tersendiri dari nenok.
“Baiklah.. akan aku usahakan” kata pilot itu.

Pilot itu langsung melakukan manuver meliuk liuk di udara.. seperti mengusir helikopter helikopter lain yang ada di situ.
“Sial.. apa yang dilakukan helikopter Daily Planet itu..” Teriak Lexa dengan geram.
“Pilot.. hancurkan saja helikopter daily planet itu jika perlu.. aku tak peduli.. aku harus tetap disini.”
“Tapi nona.. ini bukan helikopter perang.. melainkan helikopter biasa” jawab pilot..
“Sial.. tau begini aku tak kan menggunakan...........................................”
DHUAR !!!!!!!!!!!!!!!
belum sempat Lexa menyelesaikan umpatannya.. ekor helikopter itu telah hilang tertabrak Lady yang dilemparkan oleh monster itu ke udara. Helikopter itu oleng dan siap siap menghujam ke tanah. Kecepatan jatuh helikopter itu menurun drastis. Ternyata Chasa sudah berada di bawah helikopter itu untuk menahan jatuhnya helikopter tersebut. Chasa dengan segera membawa helikopter itu ke tempat yang lebih aman dan jauh dari lokasi pertarungan.

Helikopter daily planet telah berhasil mengontak helikopter Metropolis tv untuk segera meninggalkan TKP. Dengan berat hati.. akhirnya helikopter Metropolis TV menyetujuinya dan berpikir bahwa apa yang mereka dapatkan telah cukup.

Monster itu tetap tertawa seperti biasanya. Menunjukkan kebengisannya. Chasa pun dengan segera kembali ke medan pertempuran dan menyembuhkan Pudel. Lalu setelah itu Chasa menuju ke lokasi jatuhnya Lady dan menyembuhkan Lady. Setelah mereka bertiga kembali ke kondisi normal. Mereka memikirkan strategi berikutnya..
“Sepertinya kita harus menyatukan kekuatan kita.. dan menghantamkannya ke monster itu” seru Chasa.
“Ide yang baik.. tapi itu mengandung banyak resiko” Jawab Lady
“Iya.. bagaimana jika itu tidak memberikan efek bagi monster itu? Sedangkan kita sudah kehabisan tenaga..”tambah pudel.
“Lalu apa yang harus kita lakukan ?”Tanya Chasa,,
“Matanya.. butakan dulu dia.. jika dia tidak bisa melihat apa apa.. kita akan lebih mudah mengendalikannya” Seru Lady.
“Ok.. Kita butuh bantuan OQ kalau begitu” seru Pudel..
Baru saja di bicarakan... OQ sudah melepaskan anak panahnya dan anak panah itu menghujam tepat ke mata kiri monster itu.
“Panjang umur dia..” kata Pudel.
“sekarang kita serang dia” seru Chasa dan Lady.

Secara bergantian, Pudel, Chasa dan Lady memberikan pukulan ke tubuh monster itu. Monster itu mulai limbung.. kedua matanya yang tadi berwarna merah.. sekarang berubah hitam karena tertancap anak panah OQ.
Dengan sekuat tenaga.. Pudel menjatuhkan pukulan di leher monster itu.. monster itu sudah mulai keseimbangan.. lalu Chasa mendaratkan tendangannya di dada monster itu.. monster itu jatuh berlutut. Dan kesempatan emas untuk Lady... Lady menyiapkan dan mengumpulkan segenap kekuatannya untuk menendang monster itu. Mendaratlah tendangan Lady di selangkangan monster itu. Monster itu berteriak dengan kerasnya... “HOWAAAAA........... DOH,.,,,,,,,,,,,,,,”

Lady dan Chasa melanjutkan untuk memberi pukulan.. Tanpa disangka monster itu masih bisa menangkisnya.. monster itu menangkap Lady dan Chasa dengan masing masing tangannya.. dan membantingnya ke tanah berulang kali. Darah segar pun keluar dari mulut Lady dan Chasa. Bahkan tak terlepas bunyi tulang patah pun terdengar. Pudel segera menghampiri monster itu.. menendang kedua tangan monster itu sampai gengamannya melepaskan Lady dan Chasa. Dengan sekuat tenaga Pudel mengangkat monster itu.. lalu dia melompat ke udara sekuatnya.. dan menjatuhkan diri ke bumi dengan posisi monster itu dibawah dan pudel di atasnya...

KABOM !!!!!

Bumi serasa menggelegar.. terasa seperti gempa bumi.. dari kejauhan terlihat sekali lagi debu mengepul di smallville.

Di perjalan menuju metropolis.. nenok merasakan perasaan seperti ketika apa yang dia rasakan sewaktu menjelang makan siang dengan pudel. Secara reflek dia menitikkan air mata..
“Aku tak tau apa yang terjadi disana.. aku tak kuat untuk melihat dan merasakannya.. Semoga kalian selamat.. kau juga selamat..”Kata hati Nenok..
Evan mencoba menenangkannya..
“Apa yang orang orang kuat itu lakukan sangatlah berjasa buat kita.. Mereka pasti bisa mengatasinya” bisik Evan.

Di tempat lain.. Alexa mengumpat tidak jelas kepada pilotnya. Smua data datanya hilang karna helikopternya secara sengaja di hancurkan oleh Chasa.
“Kau pilot tidak berguna.. aku tidak akan menggunakan jasamu lagi.. kau KUPECAT!!!” seru Lexa.

Debu kotor masih menyelimuti tempat jatuhnya pudel dan monster tadi.. OQ mencoba mendekat dengan hati hati.. Lady dan Chasa masih tergeletak tak berdaya tidak jauh dari tempat itu.

OQ langsung jatuh.. berlutut.. menyaksikan pemandangan di depan matanya. Monster itu sama sekali tidak bergerak.. Tidak ada tanda kehidupan dari monster itu.. Suara nafas pun tak terdengar.. Tapi mengapa OQ sampai jatuh dan berlutut ? Seharusnya OQ senang.. apa yang terjadi di depannya memang membuatnya benar benar tak percaya. Salah satu tanduk yang ada di lutut monster itu menancap di perut pudel hingga menembus ke punggungnya. Itulah pemandangan yang membuat OQ menjadi lemas. Tak ada tanda kehidupan dari pudel juga. Jelas jelas tanduk itu sudah merenggut nyawa Pudel..
OQ mencoba untuk berdiri.. namun ia tak bisa.. Ia mencoba berusaha merengkuh Chasa.. dia satu satunya harapan untuk mengembalikan Pudel ke dunia ini.. Tapi dia juga tak bisa.. Chasa dilihatnya tergeletak hilang kesadaran. Begitu pula dengan Lady. Wajahnya yang cantik berubah menjadi amburadul. OQ akhirnya mempunyai kekuatan untuk menghampiri Chasa. Dia menyuntikkan potion ke tubuh Chasa. Hal itu membuat tubuh Chasa berangsung angsur membaik. Tapi dengan luka separah itu.. diperlukan waktu yang lama untuk membuat tubuh Chasa kembali fit 100%.

OQ tidak bisa berlama lama dengan keadaan seperti ini.. Pudel jelas tidak akan terselamatkan jika menunggu fit nya Chasa.
“Chasa cepat... bangunlah.. Pudel butuh bantuanmu.. CEPAT !!!!!!!!!!” teriak OQ sambil meneteskan air mata..
“Huwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” Jerit OQ..
“Siapapun.. tolong kami... siapapun............” Lanjut OQ..

OQ mencoba untuk menengok ke tempat Lady tergeletak.. OQ kaget setengah mati.. Lady sudah lenyap dari tempatnya.. lalu OQ dengan sigap menengok ke arah Pudel yang tertancap di tanduk monster itu tadi. Pudel beserta monster itu juga sudah lenyap. sekarang giliran Chasa lenyap dari sisi nya.
“Ini tidak mungkin.. bagaimana ini bisa terjadi ?”pikir OQ..
“Dimana mereka.. ?”

Sekembalinya ke metropolis.. Nenok berusaha mencari kabar tentang kejadian Dusty Smallville itu. Dia tau bahwa OQ juga berada di sana. Dengan sigap dia langsung mengambil telpon genggamnya dan menelpon OQ.
“OQ.. bagaimana keadaan disana ? Bagaimana Pudel?” Tanya nenok dengan nada tergesa gesa
“Pudel.. ??” OQ berpikir sejenak.. dan memikirkan bahwa nenok tadi ada di helikopter Daily planet.. dan tentunya telah melihat pudel.
“Maaf.. Maaf nenok.. a... aku.. tidak bisa berbuat apa apa... A..ku hanya bisa melihat smuanya terjadi..” lanjut OQ dengan terbata bata..
“Pu... pudel.. ?” nenok masih menanyakan tentang pudel..
“Ma.. Maaf..” jawab OQ..
telpon genggamnya langsung jatuh ke lantai.. nenok tertunduk lesu mendengar kata kata OQ..

FORTRESS OF SOLITUDE
Tubuh pudel, Chasa dan Lady sudah berada si tempat ini. Termasuk badan monster tersebut. Datang dari kegelapan Cowok berotot.. berbaju hitam dengan tanda S di tengah dadanya..
“Aku sudah membawa tubuh mereka.. Aku rasa sekarang kau bisa menghidupkan kembali Pudel dan menyembuhkan Lady serta Chasa.” seru cowok itu.
“Aku akan menyembuhkan mereka.. dan mengembalikan Pudel ke dunia ini. Dia telah menyelesaikan tugasnya untuk saat ini. Masih banyak tugas yang perlu dilakukan olehnya.”
“Lalu apa yang harus aku lakukan dengan monster jelek ini ?” tanya si cowok itu lagi
“Masukkan dia ke phantom zone.. di sanalah harusnya monster itu berada..”
“Baiklah..” jawab cowok itu..
“Kon-El.. untuk sementara.. gantikan tugas pudel untuk menyelamatkan bumi ini..” perintah Jor-el..
“Dengan senang hati akan kulakukan.. suatu kehormatan bagiku..” jawab cowok itu., Kon-El.

-TAMAT-

Cast:
CK : Pudel
Lois : nenok_cuantik
Chloe : Reflection
Jimmy Olsen : evan_howles
Kara : lady_manequin
Raya : chasa

Cast tambahan
Ollie : sepupu Oliver Quin
Alexa : istri simpanan Lex Luthor


script by : Pudel

--------------------

PDF Fromat - Download-

Minggu, 01 Februari 2009

FF Oneshot - A Day To Remember

A DAY TO REMEMBER


Udara dingin menyelimuti metropolis sore itu. Seperti biasa nenok dan pudel bersama sama keluar dari kantor daily planet untuk sekedar berjalan bersama menuju apartment mereka masing masing.
“Fiuh.. jika suhu udara seperti ini terus.. bisa bisa aku mati kedinginan”, keluh nenok..
Pudel menatapnya dengan tersenyum manis..
“Hei.. sudah.. alihkan pandangan mesum dan senyuman menggodamu itu.. aku tau apa yang kmu pikirkan”, teriak nenok dengan suara lantang..
Lalu tiba-tiba evan datang berlari lari ngos-ngosan. Pudel dan nenok menatapnya dengan bengong.
“Apa yang kau lakukan ? Lari larian di udara dingin seperti ini” tanya pudel
“Mungkin dia ingin menghilangkan rasa dingin ini dengan cara berolah raga” jawab nenok dengan nada mengejek, dan melirik ke evan.
“Aku mendapatkan foto bagus.. foto seorang pahlawan berbaju biru..” teriak evan dengan semangat sambil menunjukkan foto itu.
Pudel tampak kebingungan.. Diam tak berkutik.. Pikiran dia disibukkan oleh kata-kata evan yang membuat pudel tampak terperanjat.
Pudel langsung mencoba untuk melihat foto itu..dilihatnya dengan seksama.
“Ini bukan fotoku” pikir pudel.. lalu siapa yang ada di foto ini ?


Di tempat lain.. seperti biasanya Ollie sedang menemani oliver queen berjalan jalan.
“Ollie.. Thx a lot yah sudah mendampingiku selama ini. Kau bekerja tak kenal waktu” Kata OQ.
“Itu sudah bagian dari kerjaan saya bos..” jawab Olie..
“Hmm gimana klo kita makan malam bersama ?”
Olie kaget dan tersipu malu..
“Mm.. sa-sa-sa.. saya..”
“Kamu kenapa Olie.. ok.. kamu tidak jawab pertanyaan aku. Aku anggap kmu menerima tawaranku”
“Tidak, bukan begitu maksudku” Olie langsung terdiam ketika OQ menatapnya dalam dan tersenyum padanya.
“Ok.. lebih baik sekarang kita reserve tempat dulu.”
OQ mengambil hp nya yang ada dikantong dan langsung menekan nomor nomor.

Setelah ½ jam perjalanan.. sampailah mereka di sebuah restoran termewah di metropolis. Restoran itu terletak di lantai 5 tower metropolis, beralaskan keramik mahal, dan di design sedemikian rupa agar mendapatkan suasana yang romantis. Jika dilihat di atapnya.. tampak lampu lampu kristal bergelantungan menyinari ruangan. OQ ternyata telah memesan tempat di dekat jendela.

“Wow.. restoran ini sangat mewah.. saya rasa saya tidak pantas makan di sini. Lagian baju saya tida k sesuai dengan kelas restoran ini..” Kata Olie
“Sudahlah.. jangan berpikiran seperti itu.. Kau sangat pantas berada di sini.. Kau terlihat cantik mengenakan apapun. So dont worry..” Jawab OQ dengan pesona playboy nya sambil menggandeng tangan Olie turun dari mobil.

“Oliver Queen” kata OQ ke penjaga restoran. Dengan sigap penjaga restoran langsung mengantarkan Olie dan OQ menuju meja makan mereka.

Mereka berdua duduk berhadapan.. OQ mengambil menu dan siap memesan makanan.. lalu Olie juga sudah siap memesan makanan.


Terdengar suara cewek berteriak .. “Lex Luthor !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” di iringi suara pecahan pirin dan gelas.. Ternyata Lexa sedang stress memikirkan lex luthor yang tak kunjung muncul di hadapannya setelah menghilang dalam waktu jangka waktu yang lama..
bisa di tebak.. dengan banyak berserakan benda benda pecah belah di ruangan lexa.. ada 1 benda yang masih utuh. Foto lex luthor !. Lexa menatap foto itu seraya menangis..
“Kau.. kau.. kau tega meninggalkanku begitu lama.. KENAPA !!! KENAPA !!!”
“Apa kau benar benar sudah mati ? Atau kau memang sengaja meninggalkanku ? Taukah kau bahwa disini aku selalu menunggumu..”
Lexa tak kuat menahan tangisnya.. dan terbujur dilantai sambil memeluk foto itu..
(BGM : The Last Goodnight – Picture of You)

Reflection datang menghampiri ketiga orang yang sedang heboh membicarakan foto jagoan berbaju biru itu.
“Wow ada apa ini.. tak biasanya kalian berkumpul di trotoar seperti ini” Tanya Reflection
Pudel menatapnya tajam.. seperti biasa Reflection langsung tau maksud dari pudel.
“Ini.. ini.. aku mendapatkannya..” Teriak Evan seraya dengan refleknya langsung memeluk Reflection.
“Wew.. jangan jadikan ini sebuah alasan untuk memelukku ya ?”
“Ups Maaf.. aku tidak sengaja..” Jawab Evan dengan pipi yang memerah..
Dengan sigap pudel langsung menggandeng tangan nenok.. seraya berbisik “sudah saatnya..”
“Ok Guys.. kita ada acara.. kita duluan ya...” kata pudel untuk melepaskan diri dari si tukang heboh dan tukang pamer, EVAN.

“Ref, apa kau tak curiga.. selama ini Pudel dan Nenok selalu berduaan selalu..”
“Kau jangan berpikiran aneh aneh Van.. Keliatannya otakmu harus diperbaiki tuh.. jangan berpikiran buruk terus..”
“kalo begitu kenapa kita tak mencobanya Ref,..”
“Mencoba apa maksudmu?” tanya Ref sangat kaget..
“Mm... aku rasa gimana kalo kita mampir dulu ke kedai kopi.. dengan udara dingin seperti ini.. kayaknya enak deh klo kita makan kopi.,, eh minum kopi..” Ajak Evan dengan gugup..
“boleh boleh aja.. asal kmu yang bayar ya.. Aku gak mau bayar.. khan kmu yang ngajak..”
Evan bingung dan berpikir.. ada berapa duit ya di kantongku tadi.. tapi dengan sigap lansung meng-iyakan tawaran Ref.
Berjalanlah mereka berdua menuju kedai kopi yang ada di seberang jalan.

Akhirnya sampai juga Pudel dan nenok di depan apartment nenok.
“ok.. kita sudah sampai.. istirahatlah.. kemungkinan udara akan bertambah dingin menjelang malam” Kata Pudel.
“Yup.. thx a lot ya.. mm.. apa kau tidak mau masuk dulu..?”
“Ah aku...”
“Ayolah.. lagian udara dingin begini.. apa kau mau mati kedinginan di apartmentmu sendirian ? Lebih baik kita ngobrol di sini dulu.” bujuk nenok.
“baiklah.. tidak ada salahnya aku meluangkan waktu sebentar di sini”
“nah gitu dunk.. c'mon smallville..” Nenok menarik tangan Pudel dan mendorongnya jatuh ke sofa.
“aku mandi dulu ya.. jangan coba coba mengintip.. tunggulah disini seperti anak manis” Kata nenok.

Nenok lalu meninggalkan Pudel dan langsung menuju kamar mandi. Dasar pudel yang emang tidak bisa berdiam diri terlalu lama.. dia mencoba tuh melihat lihat isi ruangan apartment nenok.
Pandangannya tertuju pada salah satu foto di meja nenok. Pudel mendekatinya dan mengamati dengan seksama. Itu adalah foto sewaktu nenok berumur 5 taun. Imut banget.... Pudel merasakan sesuatu yang berbeda di hatinya.. apakah hatinya sudah benar benar berpindah ke nenok..

“hei pudel.. sedang apa ?” sela Nenok yang barusan saja keluar dari kamar mandi nya.. Pudelpun kaget dan tak bisa menyembunyikan kegugupannya.
“Nothing.. aku gak tau klo kmu ternyata waktu kecil imut juga” Ejek pudel..
“Ah kau bisa aja pud..” sambil menghampiri pudel dan memukuli pudel..
Pudel menghindar dan gak sengaja terpeleset..dan celakanya si pudel masih meganging tangan nenok. Akhirnya mereka jatuh bareng bareng dengan posisi pudel di bawah dan nenok di atasnya..

Acara dinner Olie dan OQ berlangsng lancar.. Oq pun ternyata telah menyiapkan kejutan selanjutnya buat ollie.
“Bagaimana Olie? Apakah makanannya enak ?”
“Hmm.. tidak bisa dipungkiri.. knapa restoran ini menjadi restoran yang termahal dan termewah”
OQ menjetikkan jarinya seperti memberikan tanda pada seseorang..

(Ending BGM : JROCKs – I'm Falling in love - Till the end of this scenario)

OQ berdiri dari tempat duduknya.. dan berjalan ke sebelah Ollie..
“Would you dance with me, princess?” Tanya OQ dengan suara lembutnya..
“A..Aku.. ?” Seakan olie tak percaya ajakan OQ.. tanpa sadar olie menjulurkan tangannya.. dan menujulah mereka berdua ke lantai dansa..

Evan secara menggebu nggebu menceritakan proses bagaimana dia mendapatkan poto itu.. tapi dia kemudian terdiam.. beribu pikiran menghantuinya.. dia menatap reflection dalam.. seakan akan dia mengagumi refection yang sedang minum kopi. Hatinya pun berdegup kencang..
“Ref...” sapa evan..
“Yup..”
Evan memegang tangan ref...

Di lain tempat Pudel dan nenok masih pada posisi sama sama jatuh tadi.. Pudel dan nenok sama sama saling pandang.. dan tak bisa melepaskan pandangannya.. Pudel tidak tau mendapatkan dari mana keberaniannya.. tiba tiba mencium bibir nenok dan memeluk erat dirinya,,

OQ, EVAN, PUDEL
“Selama ini, aku baru menyadari.. bahwa ada seseorang yang penting buat aku.. yang akan menghampakan hati ini bila aku tak melihat orang itu selama 1 menit saja..”

“I LOVE YOU”

JROCKS
“kau yg kuinginkan mesti tak ku ungkapkan..
kau yg kudambakan.. ku impikan..

aku jatuh cinta
tlah jatuh cinta
cinta kepadamu
ku jatuh cinta..
“im Fallin in Love..
“im fallin in love with u…”

script by : Pudel

----------------
PDF Format - Download -

FF Smallville S01 E01 - The Sleeper

THE SLEEPER



Hari ini Daily Planet hiruk pikuk dengan suara dimana-mana. Kota ini nampaknya sudah tidak setenang dulu lagi. Pahlawan-pahlawan berseragam merah dan hijau, bahkan ada yang bersenjatakan anak panah memang sudah muncul, tapi penjahat juga datang silih berganti. Penjahat dengan kekuatan khusus, Alien Power.

“The Sleeper”kata Nenok tiba-tiba
“Apa...?”kata seorang Pria yang duduk disebrangnya
“ Kau tahu, Pudel!, aku baru saja menamakan penjahat baru kita dengan The Sleeper”jawab nenok penuh semangat

Pria yang bernama pudel itu seolah tak percaya dengan apa yang didengarnya

“Suka sekali, memberi nama nampaknya” jawabnya santai sambil mengangkat kakinya ke meja kerjanya
“Ada yang lebih baik?”tanya Nenok
“ Yeach ... ambil saja idemu, lekas kita tulis” kata Pudel pasrah, sambil mengacak-acak rambutnya yang coklat kehitaman dan bola matanya hijau muda bening, tubuhnya energik. “Lumayan klo buat disuruh lari-lari nyari berita’ pikir Nenok geli
“Oeee ... kenapa kau cekikikan sendiri”tanya Pudel penasaran. Wanita didepannya cekikan macam penyihir yang tak jelas.
“Nope .. sudah!, ayo kita kerja”kata Nenok ceria

Mereka berdua, akhirnya menghidupkan komputer mereka masing-masing dan mulai menulis analisis mereka, analisis ini digunakan sebelum mereka membuat berita yang akan dimuatnya.

“Sudah ketemu, siapa gerangan penjahat kita?”tanya suara dari ambang pintu masuk.

Seketika Nenok dan Pudel melihat siapa yang datang. Ternyata juru photo mereka, Evan yang datang.

“Yup ... sudah ketemu, paling tidak namanya. The Sleeper”kata Pudel
“The Sleeper?....hell...siapa yang memberi nama seperti itu?”tanya Evan heran.

Pudel hanya memberi isyarat pada Evan untuk melihat Nenok
Evan tidak berani tertawa atau mengumpat, cos Nenok mepelototinya dengan kejam.

“Baiklah aku minta maaf, adakah alsan kenapa kau memberinya nama seperti itu?”
“Karena korban yang ditemukan selalu saja tertidur, kemudian lemas bahkan koma”jelas Nenok
“Dan belum ada yang terbangun hingga saat ini”tambah pudel
“Dan Aku memiliki pertanyaan untukmu?”tanya Pudel kemudian
“Apa?”tanya Evan
“Kau sudah dapat fotonya?”tanya Pudel
“Maaf aku belum menemukannya”jawab Evan

“Ayolah, jangan membuatnya bekerja terlalu berat” kata Reflection yang tiba-tiba datang dan tiba-tiba juga pipi Evan menjadi merah. Ketahuan klo evan ngefans, ataupun mungkin juga naksir Reflection. Refection adalah Saudara Nenok, saudara sepupu yang pakai banget, cos Reflection Bule banget. Rambut pirang, mata hijau muda dan kulit putih kemerahan. Reflection juga sahabat baik Pudel dan tahu rahasia terdalam Pudel

“hehehe ... thak u, Reflection”kata Evan malu-malu
“Aku tahu kok, kau kemana-mana mencari Ksatria penyelamat kta ini, terutama yang berkelibat merah”kata Reflection terang-terangan sambil melirk Pudel dan Pudelpun berdiri mematung

“Yup ... Ksatria berkelibat merah itu juga perlu kita ketahui dimana keberadaannya!!”kata Nenok sambil mengepalkan tangannya penuh dengan semangat

“Klo begitu, Apa kiranya nama pahlawan kita satu itu?”tanya Reflection santai, sekalipun Pudel memberi isyarat padanya agar –Tutup Mulutmu-

“SUPERMAN”.................jawab Nenok


88888888888888888888888888888888888888888

“Kalian bodoh atau apa?!”teriak suara wanita

Suara itu membahana diseluruh diruangan yang hampir mirip hanggar pesawat. Namun tempat itu dipenuhi dengan peralatan lab dan komputer dimana-mana. Wanita itu berdiri ditengah-tengah ruangan dan orang-orang berjubah putih disekelilingnya tak berani menatapnya.

“Lex, tak akan senang dengan hal ini!!”umpatnya

“Ada apa alphen!!!”tanya seorang wanita dingin, begitu dinginnya hingga hawanya mengisi ruangan tersebut

Alexa berjalan masuk ke dalam ruangan tersebut, Alphen nampaknya tengah gusar akan suatu hal.

“Mereka lupa mematikan program pengaman di sektor 19, sekalipun ada backup tetap saja ada sebagian dari percobaan kita yang melarikan diri” jelas Alphen gusar
“Kupikir, ada baiknya kalau kita lihat hasil percobaan kita di alam yang sesungguhnya?”kata Lexa dingin
“Aku tak mengerti?”tanya Alphen
“Kau menangkap singa di hutan, kau beri dia makan, dia menjilati punggung tanganmu seolah jinak, tapi kita tak pernah tahu? Apa yang terjadi jika dia dilepaskan ke alam liar. Akankah jadi singa yang sesungguhnya atau tidak sama sekali”kata Lexa
“Dan keuntungannya adalah, ada banyak umpan untuk mengujinya di luar sana dan jika Dia sudah tidak kuat, maka Dia akan kembali”lanjut Lexa.

Alphen, mengerti dengan apa yang di maksud oleh Alexa, namun Dia juga menyadari bahwa ALexa semakin lama, semakin mirip dengan Lex Luthor. Tapi hal ini mungkin saja terjadi mengingat Alexa adalah istri rahasia Lex Luthor. Sekalipun Lex menikah dengan berbagai wanita dan lana lang salah satunya, Alexa adalah istri utamanya.

Tanpa di ketahui Lex luthor, Alexa meneror istri-istri Lex. Tentu saja tidak melalui tangannya sendiri, Alexa mempelajari benar hal ini dari Lex. Alexa juga lah yang berada dibalik kasus, Dimana Lana mengetahui bahwa Dia tidak hamil dan Lex Luthor membohonginya. Hal ini tentu saja dilakukannya melalui cara dan konspirasi rumit, hingga Lex Luthorpun tak mengetahuinya.

Dan sekarang saat Lex Luthor hilang kemana, Alexa lah yang memegang kendali Luthor. Crop

‘Lex, benar-benar mendidiknya rupanya” pikir Alphen


88888888888888888888888888888888888888

Ollie yang cantik, mirip hayden dan imut –imut berjalan dibelakang Oliver Quin, bujangan paling berkualitas saat ini dan tampan sekali.Benar-benar , Pria pengoda imam dengan bodynya yang sexy seta kerlingannya yang meluluhkan hati wanita yang melihatnya.

“Selamat datang, Mr. Quin” sapa sekertaris baru Oliver, Green namanya. Oliver menyukai wanita ini, cos mereka punya warna favorit yang sama, Green. Green cantik, rambutnya coklat kemerahan dan panjang bergelombang, tinggi lanyaknya model.
“Halooo cantik, apakah harimu menyenangkan”kata Oliver genit
“Hari ku baik, terima kasih....”jawab Green sambil tersenyum
“Selamat datang Miss. Quin”sapanya pada Ollie, tapi Ollie hanya mengangguk sambil cemberut

Oliver memperhatikanya dan alisnya sempat terangkat sedikit melihat kelakuan sepupu kecilnya. Setibanya didalam ruangan Oliver bertanya padanya

‘Kenapa sikapmu ketus sekali padanya?, Green wanita yang baik, tidak pantas kau berlaku seperti itu padanya”kata Oliver
“hoooo .... apakah sepupuku yang tampan ini, akan melabuhkan hatinya padanya?!”kata Ollie
“heeee ... cemburu ya?”goda Oliver, dan Olliepun hanya cemberut seperti darco malfoy dalam Harry Potter.

“Ollie sayang...., suatu saat hatiku akan berlabuh. Tapi bukan sekarang, terlebih lagi saat ada masalah seperti ini” kata Oliver, sambil menujukan koran Daily planet.

Koran tersebut memiliki judul

THE SLEEPER

“Aku mengerti!, apa kau ingin aku menyiapkan peralatan dan jubahmu sekarang?”tanya Ollie
“Tidak, belum. Aku masih harus menunggu kabar informasi dari Pudel, baru kemudian beraksi”Jawab Oliver

Oliver Quin sebenarnya adalah Green Arrow, pahlawan berjubah hijau yang memerangi kejahatan dimanapun Dia berada. Sedangkan Ollie, sepupunya yang imut, selama inilah yang menyiapkan senjata yang diinginkannya. Oliver tidak bisa meletakkan kepercayaannya pada orang lain selain Ollie, terutama menyangkut senjata dan jubahnya, karena jika Dia memberikan tugas ini pada orang lain, maka dapat dipastikan indentitas gandanya akan terbuka. Dan Ollie sepupunya, sekalipun masih muda, tapi memiliki IQ yang tinggi dan Dia dapat menciptakan senjata yang diinginkan Oliver,keperluan yang diinginkannya. Ollie menciptakan itu semua, di suatu lab yang rahasia di suatu menara di kota ini.


Bersambung

Script by : nenok_cuantik

-----------------
PDF Format - Download -