CLEO – A SON OF TWO GODS
PREVIEW: Beberapa hari yang lalu Lois yang sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi menabrak seorang anak. Akibat ketakutan dan bingung harus berbuat apa, juga terutama takut dengan apa yang mungkin harus dihadapinya karena menabrak anak kecil, maka ia memutuskan untuk membawa anak itu pulang ke rumah daripada di bawa ke rumah sakit (takut disalahin dan dijeblosin ke penjara, lagian yang pertama kali teringat oleh Lois saat ia berada dalam masalah adalah Clark Kent, bocah kansas yang selalu bisa diandelin termasuk untuk hal-hal yang melanggar hukum).
Singkat kata, bukannya memarahi Lois seperti yang biasa dilakukannya. Clark malah kelihatannya tertarik dengan bocah yang ditabrak Lois. Apalagi dengan kenyataan bahwa bocah itu ternyata bukan bocah biasa, luka yang dialaminya akibat ditabrak mobil Lois berangsur hilang malam itu juga. Tapi ada sesuatu yang salah dengan anak itu, dia tidak mengeluarkan suara sedikitpun, dia tidak berbicara seperti anak pada umumnya sehingga baik Lois dan Clark tidak bisa mengorek keterangan tentang dari mana dia berasal.
“Hallo semuanya” sapa Chloe saat memasuki ruangan, dia langsung mengarahkan matanya ke arah Lois yang baru saja mengeluh karena menumpahkan susu ke atas meja tanpa sengaja.
“Upss, sorry” seru Chloe merasa bersalah karena sedikit mengejutkan Lois, ia melirik ke arah Clark, Cleo dan Oliver Quin yang tampak sedang bercanda di ujung ruangan, mereka terlihat terlalu asyik dan sedikit tidak mempedulikan kedatangan Chloe ataupun susu yang baru tertumpah diatas meja.
“Welcome to the new world” kata Lois saat tahu apa yang sedang diperhatikan Chloe saat itu, “Yaap, biasakan matamu dengan apa yang sedang kau lihat sekarang, entah kenapa anak itu bisa langsung menyulap smallville (CK) dan si pirang (OQ)untuk lama-lama bersamanya, padahal ia sedikitpun tidak mengeluarkan suara” jelas Lois sambil sibuk membersihkan tumpahan susu yang ada diatas meja.
“Jangan bilang jika kau merasa cemburu, karena dua pahlawan kita lebih tertarik pada anak usia tujuh tahun dengan senyuman manis dan cara menatap bagaikan elang daripada padamu, …” kata Chloe meledek Lois dengan menggambarkan keunggulan yang dimiliki bocah itu.
“OK, OK, aku tidak akan mengungkitnya lagi. Ini aku temukan beberapa berkas tentang anak hilang, tapi tidak satupun yang menunjuk pada Cleo,…” Chloe memberikan beberapa tumpukan berkas pada Lois yang berisi data tentang anak hilang. “Kita benar-benar tidak punya petunjuk apa-apa tentang dari mana dia berasal, selain kalung yang sedang dikenakannya, kalung bertuliskan CLEO” kata Chloe yakin jika ia tidak menemukan informasi apa-apa tentang anak yang ditabrak Lois itu.
Tiba-tiba pintu terbuka dan seseorang terlihat tergesa-gesa masuk ke dalam ruangan. “Hallo semuanya” sapa Jimmy dengan wajah berbinar-binar, “aku membawa berita yang pasti akan mengejutkan kalian semuanya” katanya terdengar terlalu bersemangat untuk mengatakan berita yang akan disampaikannya saat itu.
Telinga Oliver dan Clark langsung memanjang saat nama Lex terdengar dari mulut Jimmy. Mereka berdua melihat ke arah Jimmy yang sedang menunjukkan sesuatu ditangannya.
“Apa yang dilakukannya?, bukannya pemilihan anggota parlemen DEWAN KEAMANAN DUNIA ini sangat penting untuknya, kenapa dia malah absen dan tidak menghadirinya, persoalan penting apa yang mengalihkan perhatiannya” tanya Chloe mengomentari berita yang dibawa Jimmy.
Clark terdiam sebentar, dia terlihat mengambil susu dari dalam kulkas dan dengan sedikit sinis memandang ke arah Lois saat melihat susu di botol itu nyaris habis karena tadi ditumpahkan Lois ke atas meja, Lois tertawa simpul dan salah tingkah lalu berusaha menyibukkan diri mengotak atik dokumen yang dibawa Chloe tadi.
Clark kemudian berjalan dan memberikan susu itu pada Cleo yang masih asyik dengan game PSP 5 yang baru dibawakan Oliver untuknya. Oliver juga sudah berada tepat di samping anak itu, mereka berdua sekilas terlihat seperti babysitter.
“Jika memang tidak ada yang merasa kehilangan anak ini, maka dia akan kuangkat sebagai anak baptisku” kata Oliver sambil tersenyum lebar. Kalimatnya ini membuat Lois, Chloe dan Jimmy memandangnya sambil mengerutkan dahi, tidak percaya kalau topik Lex Luthor yang biasanya menjadi bahan pembicaraan utama Oliver sekarang tidak diindahkannya, ia malah lebih tertarik pada Cleo, bocah yang sedang diasuh mereka itu.
PREVIEW: Telepon yang diterima Clark dari Lois membuatnya sangat terkejut, sehingga ia langsung memutuskan untuk menggunakan keahliannya dalam berlari jarak jauh untuk bisa sampai secepatnya ke tempat Lois berada.
“Lois, apa yang terjadi” tanya Clark saat ia sudah berada tepat di sebelah Lois, matanya tertuju pada sesosok tubuh bocah yang terbaring lemah di tempat tidur. “Apa yang terjadi padanya, apa kau salah memberikannya susu, sudah kubilang berulang kali kalau jangan salah memasukkan garam ke dalam susu”…
“yang seharusnya kau masukkan adalah gula, gula Lois, gula!!!” kata Clark terlihat kebingungan, terlalu kebingungan, entah kenapa ada perasaan takut yang dirasakannya saat melihat Cleo terbaring lemah seperti itu.
Oliver yang mendengar perkataan Clark langsung melihat dengan pandangan sinis pada Lois, “Ini bukan salahku, maksudku, yaa… dia benar kalau aku sudah beberapa kali salah menaruh gula tapi garam ke dalam susunya Cleo, tapi kurasa ia sudah mulai terbiasa, maksudku, tidak mungkin hanya karena garam dan dia bisa koma seperti sekarang” kata Lois berusaha membela diri, ia kemudian mengendap-endap keluar dari ruangan, menghindar dari pandangan aneh yang ditujukan Clark dan Oliver padanya.
Lois baru saja hendak bernafas saat mendengar rentetan pertanyaan yang ditanyakan Chloe dan Jimmy yang baru saja tiba ditempat itu. “Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya, semenit sebelumnya ia masih sedang bermain PSP 5 yang diberikan Oliver padanya, dan menit berikutnya ia terlihat sedikit pusing dan sangat pucat, dan berikutnya dia terlihat aneh lalu pingsan” jelas Lois terlihat berusaha mengurut kejadian yang dialami oleh Cleo.
“Apa yang terjadi di menit pertengahannya, maksudku menit di antara ia sedang bermain PSP dan ia jatuh pingsan” tanya Chloe menyelidiki, “Apa kau memberinya sesuatu Lois” Jimmy tampak tidak sabaran dan langsung bertanya pada pokok permasalahannya.
“Mmmm,,,” Lois berusaha mengelak, berusaha tidak menyebutkan susu dengan campuran garam yang tanpa sengaja sudah agak sering diberikannya pada Cleo, “Kau memberikannya susu dengan garam lagi yaa?” tanya Chloe seraya menggelengkan kepalanya. Ia dan Jimmy terlihat sedikit mendesah saat tahu apa yang diperkirakan mereka memang benar terjadi.
Oliver dan Clark keluar dari ruangan, mereka terlihat cukup tegang dan sedikit kebingungan.
“Kata dokter, Cleo membutuhkan semacam cairan pengganti plasma darah untuk menggantikan persedian plasma darahnya yang menurun drastis, jika dia tidak mendapatkannya maka kemungkinan besar ia tidak bisa bertahan” kata Clark sambil mengalihkan pandangannya ke dalam ruangan, tempat ia bisa melihat Cleo yang sedang terbaring.
“Susunan darahnya memang agak labil, dan tidak biasanya terdapat pada manusia biasa. Aku takut jika dia mungkin salah satu yang terkontaminasi,…” Oliver menghentikan kalimatnya lalu melihat ke arah Clark. “Kita tidak bisa membawanya kerumah sakit karena mereka pasti akan menggunakannya sebagai bahan penelitian, aku sudah berusaha untuk menghubungi dokter terbaik, yang ada di London. Aku tidak akan membiarkan sesuatu yang buruk menimpa anak baptisku” kata Oliver terdengar serius. Ia ternyata benar-benar sudah menganggap Cleo sebagai anak baptisnya sendiri.
Semuanya terdiam, tidak ada yang mengatakan satu patah katapun, terutama Lois yang sudah berada di pojok ruangan, ia sepertinya mau menghilang dari tempat itu, karena tanpa sadar yang lain menyalahkannya akibat apa yang menimpa Cleo.
Jimmy yang sedang meneguk kopi tiba-tiba tersenyum, tentu saja hal ini menarik perhatian yang lain, kenapa ia bisa tersenyum di saat seperti itu. “Jangan salah sangka, aku tidak tersenyum karena … aku hanya mengingat hal yang sedikit lucu yang terjadi di kantor tadi” katanya sambil melihat ke arah Chloe seperti meminta pendapatnya atas apa yang baru akan dikatakannya.
“Tentang Lex, Lex Luthor yang tadi kita temui di kantor” kata Jimmy bersemangat, Chloe mengerutkan dahinya sekilas lalu tampak mengiyakan apa yang dikatakan Jimmy. “Dia memang terlihat aneh akhir-akhir ini, bukan hanya tidak menghadiri sidang pemilihan anggota parlemen Dewan Keamanan Dunia, tapi ia juga tadi terlihat ter…” Jimmy tidak tahu harus menggambarkan keanehan yang ditunjukkan Lex sewaktu dikantor tadi.
“Tersenyum … tersenyum pada kami” kata Chloe menunjukkan raut tidak percaya terhadap apa yang baru dikatakannya. “Dia terlihat sedikit aneh, …” kata Chloe berusaha melanjutkan kata-katanya yang semakin terdengar aneh.
“Dia memang aneh, dia memang seperti itu, kalian hanya tidak memperhatikannya” terdengar suara dingin dari arah sudut ruangan, seorang wanita tampak mendekat. “Lana” seru Chloe sambil tersenyum, Lana memang selalu berubah menjadi sedingin salju saat sedang membicarakan Lex.
Lana membawa informasi tentang penelitian yang dilakukannya terhadap Lex Luthor dan kegiatan di perusahaannya. Seperti biasa, ia menemukan ada kejanggalan dari bisnis yang dilakukan Lex.
“Tampaknya ia melakukan beberapa percobaan yang berkaitan dengan penyatuan DNA” kata Lana sambil menunjukkan berkas yang ditemukannya pada Chloe, Oliver dan Jimmy. Clark sendiri terlihat tidak begitu tertarik dengan berita yang berkaitan dengan Lex, ia tetap mengarahkan pandangannya ke arah Cleo, ternyata ia sedikit trauma akibat kehilangan sobat kecil yang sempat dialaminya beberapa waktu lalu, tentang ryan yang meninggal karena tumor otak.
“Bukannya, yang sedang dikembangkan Lex ini berkaitan dengan plasma darah” Oliver mendekat ke arah Clark, ia menunjukkan hasil laporan yang dibawa Lana. Clark lalu tampak membacanya dengan serius.
“Kalau begitu semuanya sudah teratasi, Cleo membutuhkan cairan sejenis plasma darah, dan Lex sedang mengembangkan percobaan yang berkaitan dengan itu, kenapa kita tidak membawa Cleo pada Lex saja. Dan masalah berakhir” suara Lois yang sejak tadi tidak terdengar sekarang terdengar cukup lantang dari ujung ruangan. Pendapatnya itu membuat Clark, Oliver, Lana, Chloe dan Jimmy menatapnya bersamaan dengan pandangan tajam yang sama, yang langsung membuat Lois salah tingkah.
PREVIEW: Keadaan kritis yang dialami Cleo memaksa Clark dan yang lainnya mengambil keputusan yang sangat penting yakni membawa Cleo pada Lex dengan harapan bahwa tokoh villian yang pernah menjadi sahabat mereka itu bisa membantu.
“Apa kau yakin dengan keputusan ini” tanya Oliver pada Clark saat mereka berada tepat di depan kastil milik Lex, “Kau yang lebih kenal Lex dari siapapun, kalian pernah menjadi teman, dan aku juga tidak mengerti kenapa bisa begitu” kata Oliver, ia terlihat sudah lengkap dengan pakaian green arrow serta panah dan busurnya.
Clark hanya diam, ia melihat ke arah Cleo yang berada dalam pelukannya, ia sedang memeluk anak itu dilengannya. Entah kenapa, ia tidak bisa menjelaskan perasaan apa yang dirasakannya terhadap anak itu, rasa takut dan sakit yang dirasakan anak itu seolah bisa dirasakannya juga. Cleo membuka matanya, ia melihat ke arah Clark yang sedang menggendongnya, walaupun sedang terlihat lemah tapi ada secercah senyuman yang ditunjukkan anak itu dan membuat Clark merasa sedikit tenang.
“Apapun yang akan dilakukan Lex, kita akan berada di sana untuk menemani Cleo, Aku tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Cleo” kata Clark terdengar sangat serius.
Lana dan Lois yang berada di barisan paling belakang saling bertatapan, “Bagaimana kau bisa menyukai Lex” tanya Lois tanpa sadar. Lana melihat sinis ke arahnya, “Bagaimana kau bisa menyukai Clark” jawab Lana dengan pertanyaan baru. Chloe dan Jimmy yang berada di depan mereka saling memandang saat merasakan hawa yang tidak menyenangkan mulai terasa disekitar mereka.
Tidak sulit untuk Clark cs memasuki rumah kastil milik Lex, dengan kemampuan Clark dan keahlian Oliver mereka dengan mudah menerobos masuk dan melumpuhkan petugas keamanan milik Lex.
Saat mereka masuk ke dalam kastil, Lex sedang berada di dalam ruang tengah, tempat perapian berada.
Clark menghentikan langkahnya saat melihat ke arah punggung Lex, laki-laki itu sedang duduk menghadap perapian, ditangannya ada segelas vodka. Tampaknya Lex sudah menyadari kedatangan mereka walaupun belum membalikkan badan untuk melihat ke arah Clark dan tamu tak diundang lainnya.
“Bukannya sudah kubilang kalau rumah ini tidak terbuka lagi untukmu, Clark” kata Lex dengan nada dingin seraya meneguk vodka yang ada ditangannya.
“Aku tidak akan datang kesini jika punya pilihan lain, dan aku benci untuk mengatakan ini, aku membutuhkan pertolonganmu Lex” kata Clark berusaha mengatakan keseluruhan kalimatnya dengan jelas.
“Hahaha, Clark Kent membutuhkan pertolonganku, apa kau bercan…” Lex berbalik dan melihat ke arah Clark, senyuman sinis yang baru akan ditunjukkannya sekilas lenyap.
“CLEO” seru LEX sambil mendekat ke arah Clark, pandangannya tertuju pada bocah yang sedang berada dalam dekapan lengan Clark.
Clark sekejab merasa kebingungan, kenapa nama anak itu bisa langsung diketahui oleh Lex padahal ia belum memperkenalkan nama anak itu. Begitu juga Oliver, Chloe, Lana, Lois dan Jimmy yang langsung mengerutkan dahi disaat yang bersamaan, heran karena Lex mengenali Cleo.
Lex mendekat ke arah Clark, sekarang ia bisa melihat Cleo dari jarak dekat, anak itu membuka matanya dan melihat ke arah Lex seraya mengucapkan “PAPA” … … …
Clark tampak seperti berhenti bernafas, itu kata pertama yang didengarnya dari mulut Cleo, selama ini anak itu mengunci erat mulutnya dan tidak mengatakan sepatah katapun pada mereka.
Ucapan Papa yang dikatakan Cleo membuat semua dari mereka kecuali Lex melihat ke arah Lana secara bersamaan. “PPPAPA” seru Lois pada Lana yang berada tepat disebelahnya, kenyataan bahwa hanya Lana yang sedang berada ditempat itu yang pernah berstatus sebagai istri Lex membuat mereka mengira bahwa CLEO adalah anak hasil dari pernikahan Lex dan Lana.
“Bukan, … … maksudku, tidak mungkin, kecuali dia melakukannya dengan cara yang tidak biasanya…” kata Lana terbata-bata, bingung, ia sendiri tidak tahu apa yang harus dikatakannya karena ia sama terkejutnya dengan orang lain yang ada diruangan itu. Lex memang suka melakukan percobaan-percobaan diluar nalar, tapi belum pernah terpikirkan kalau ia akan bertindak sejauh ini, menciptakan anak tanpa melalui proses yang wajar.
“PAPA…” seru Cleo sekali lagi, dan Lex langsung mengambil Cleo dari dekapan Clark. Namun sedetik kemudian anak itu pingsan. “Cleo, Cleo, Cleo” seru Clark dan Lex secara bersamaan. Entah kenapa aura persahabatan yang dulu pernah kental terasa diantara mereka sekarang kembali terasa.
Lex memangku Cleo ditangannya dan layaknya ayah yang baik, ia membisikkan sesuatu terus menerus ke telinga Cleo untuk menenangkannya. Beberapa kali ia tampak memberikan pil pada Cleo, tapi itu tampak tidak terlalu membantunya, “Kau harus kuat Cleo, kau harus kuat, karena kau laki-laki, hidup memang tidak selalu semudah yang kita kira dan kau harus menyiapkan dirimu sebisa mungkin untuk situasi sulit seperti sekarang ini” kata Lex pada Cleo.
Clark menyipitkan matanya saat mendengar perkataan Lex, begitu juga yang lainnya, ini pertama kalinya Lex menunjukkan sifat yang sangat tidak biasa seperti itu di depan umum. Mungkin hanya Clark dan Lana yang tahu kalau dia masih punya sisi baik seperti itu.
Clark dengan sigap mengambil Cleo dari tangan Lex, dan itu membuat Lex terkejut, “Apa yang kau lakukan, kembalikan dia padaku” kata Lex, namun sedikit memelankan volume suaranya agar tidak mengganggu Cleo yang sepertinya sedang berusaha untuk tertidur.
“Kau tidak boleh mengatakan hal-hal aneh seperti itu padanya, apalagi pada saat sekarang, seharusnya kau hanya berkata, tenanglah semuanya akan baik-baik saja” kata Clark sambil mendekap lebih erat Cleo ditangannya.
Lex baru saja hendak menjawab perkataan Clark, namun tiba-tiba, Lana mengambil Cleo dari tangan Clark, dan dengan sigap, Chloe dan Lois mendorong tubuh Clark dan Lex ke arah belakang, menyuruh mereka menjauh dari Cleo yang sudah tertidur.
“Hanya karena tidak ada tulisan harap tenang ada orang sakit di sini, bukan berarti kalian boleh berkelahi di sini” kata Lois, bagaikan seorang perawat yang memarahi pengunjung rumah sakit yang sedang bertengkar. “tetap menjauh dari anak itu jika kalian masih terus ingin bertengkar mulut” kata Chloe sambil memblokade jalan Lex dan Clark yang baru ingin mendekati Cleo.
Sebuah helikopter tiba-tiba parkir dihalaman belakang kastil milik Lex. Helikopter itu membawa beberapa dokter dan ahli anatomi yang sengaja dipanggil Lex untuk datang malam itu.
“Maaf tuan Luthor, kadar alkohol dalam darah anda paling tidak membutuhkan tiga hari untuk dinetralisir, dan jelas kita tidak dapat menggunakan darah anda sebagai suplemen plasma darah untuk Cleo sekarang, anda harus mendapatkan suplemen dari donor darah pendamping” suara dokter cukup jelas hingga membuat Lex agak pening, ia tahu arti dari mendapatkan donor darah pendamping saat itu adalah berarti mengatakan semuanya, mengatakan hal yang sebenarnya pada Clark.
Lex keluar dari ruangan, semua mata memandang ke arahnya, tapi tak satupun kata yang keluar dari mulutnya, ia bingung harus memulai kata-katanya dari mana. Clark yang sudah tidak sabar akhirnya mendorong Lex ke arah tembok. “Apa yang terjadi, apa yang kau lakukan pada Cleo sehingga anak itu punya kelainan darah seperti itu” kata Clark berusaha meredakan amarahnya.
Oliver menahan Clark dan menjauhkannya dari Lex, namun baru saja Lex mulai bernafas normal setelah tercekik Clark, sebuah tamparan mendarat di pipi kirinya, tamparan keras yang diberikan oleh Lana. Prakkk, suara tamparan Lana menggema di sepanjang ruangan.
“Apa yang sedang kau lakukan Lex, bagaimana mungkin kau tidak menanyakan persetujuanku sebelum melakukan ini semua.” kata Lana dengan suara lantang, mengingat apa yang sudah pernah dilakukan Lex, rasanya tidak berlebihan untuk menuduhnya mengkloning seseorang berdasarkan dna-nya sendiri dan dna-orang lain.
Lex tidak berkata-kata untuk beberapa menit kemudian,
“…, aku hanya tidak tahu dan tidak memprediksi jika dia bisa terluka seperti ini, aku sudah mengurusnya dengan baik, selama ini aku berusaha untuk secara rutin memberikan plasma darahku sendiri untuknya, sehingga ia bisa tetap hidup, dan juga berusaha untuk menjauhkan segala makanan yang mengandung garam karena itu bisa merusak sel plasma darahnya…” kata Lex setengah menunduk,
Chloe, Jimmy, Oliver, Lana dan Clark langsung melihat ke arah Lois, saat mendengar kata garam keluar dari mulut Lex.
“Aku sudah berusaha agar ia tidak terluka, tapi…” kata Lex, ia mengalihkan pandangannya ke dalam ruangan, tempat Cleo sedang berbaring, sekilas anak itu terlihat hanya tidur biasa.
“Bisakah kita mencernihkan semua ini, ada hal yang tidak kumengerti! Sebenarnya, Cleo ini anak siapa, maksudku, apakah dia anakmu Lex, tapi anakmu dengan siapa?” Jimmy yang sejak tadi menjadi pendengar setia, tiba-tiba membuka suaranya.
Lex setelah mendengar pertanyaan Jimmy secara spontan melihat ke arah Clark, tentu saja pandangannya itu membuat semua yang berada di ruangan itu juga ikut melihat ke arah Clark yang langsung salah tingkah. “Kau tidak sedang berusaha mengatakan bahwa Cleo itu anak kitakan!” kata Clark sambil tersenyum, namun senyuman itu tiba-tiba hilang saat Lex tidak menyangkal perkataannya.
Chloe, Lois dan Lana nyaris muntah, mereka merasa sedikit mual saat membayangkan sesuatu yang hanya boleh dibayangkan anak berusia tujuh belas tahun ke atas, sesuatu yang tidak normal yang secara tidak langsung tergambar dari reaksi Lex.
Oliver dan Jimmy yang berdiri didekat Clark, secara spontan bergeser beberapa langkah ke samping, mereka menunjukkan reaksi yang tidak jauh berbeda dengan apa yang ditunjukkan oleh Chloe, Lois dan Lana.
“Apa maksudmu?” Clark langsung secepat kilat mendekat ke arah Lex, namun laki-laki itu ternyata sudah memperkirakan tindakan Clark, ia menarik Lana dan berlindung dibalik tubuh wanita itu. Lana sendiri yang masih belum sepenuhnya mengerti dengan apa yang terjadi ikut berusaha meredakan emosi Clark.
“Apa maksud semua ini Lex, apa maksudmu dengan mengiyakan Cleo itu adalah anak kita berdua, sedangkan kita tidak pernah… kau tahu maksudku” kata Clark sebenarnya ingin tersenyum karena kata-katanya terdengar sedikit bodoh.
“Ini semua kecelakaan, sebenarnya aku juga tidak menyangka kalau ini yang akan terjadi. Semula aku hanya akan menggunakan dna milikku dan Lana untuk menciptakannya. Tapi ternyata kami butuh suplemen tambahan, dan itu bisa ditemukan dalam darahmu” kata Lex, kata-katanya cukup jelas terdengar dan membuat Lana menyipitkan matanya.
“Bukan salahku jika plasma darahmu mengandung sejenis embrio kodok yang bisa berubah fungsi dan menjadi embrio pendamping yang berfungsi sebagai sel telur, sehingga kami tidak membutuhkan dna lain termasuk dna Lana untuk menciptakan Cleo” kata Lex dengan nada yang sangat cepat, sehingga orang yang mendengarnya membutuhkan waktu untuk memproses kata-katanya.
Clark dan Lana saling bertatapan, tidak sepenuhnya mengerti dengan apa yang dikatakan Lex.
“Apa maksudmu, kau menggunakan dna-mu sendiri dan dna-Clark yang menyerupai embrio kodok untuk menciptakan Cleo” kata Jimmy, ia terlihat sedang menganalisa sesuatu. “Berarti, kalian bisa dikatakan adalah orang tua biologis dari Cleo, kau adalah ayahnya dan Clark adalah…” Jimmy berhenti bingung harus menamai apa hubungan tidak biasa itu.
Clark yang marah besar, entah karena dnanya di curi atau dikatakan seperti embrio kodok dengan cepat langsung mendapatkan Lex dan mendorong tubuh laki-laki itu ke arah dinding dan sekali lagi mencekiknya.
Lois dan Chloe saling berpandangan, seraya mengingat kembali tentang cara tertawa Cleo dan Clark yang sangat sama, begitu juga cara melihatnya yang tajam sangat mirip dengan cara Lex melihat sesuatu.
“Terserah apa yang akan kau lakukan padaku setelah ini, tapi sekarang yang terpenting adalah Cleo, dia adalah anak biologismu, dan dia sedang membutuhkan suplemen plasma darah milikmu Clark, selama ini dia hidup dari suplemen darahku tapi sekarang tidak bisa karena kadar alkohol dalam darahku terlalu tinggi. Lagipula bukan aku yang memberikannya garam,…” kata Lex disela-sela nafasnya.
Beberapa waktu kemudian. Keadaan Cleo mulai stabil.
“Selama ini dia berada di mana?” Clark membuka pembicaraan. Chloe dan Lois yang sedang duduk di sofa tepat disebelah tempat tidur Cleo melihat ke arah Lex, menunggu jawaban dari pria itu.
“Dia bersekolah di boarding school London” kata Lex singkat, pandangannya tertuju pada Cleo yang masih lemah di tempat tidur. “Kau tidak boleh menyekolahkannya di sana, ia akan tumbuh menjadi anak yang tidak punya teman dan dingin sepertimu” kata Clark, ia mengerutkan dahinya seakan membayangkan jika sekolah anak-anak orang kaya memang hanya akan menghasilkan orang-orang berwatak dingin seperti Lex.
“Apa maksudmu?, apa kau sedang menyalahkanku karena memberikan fasilitas terbaik untuknya” kata Lex lantang. “Fasilitas terbaik yang akan membuatnya tumbuh tanpa sahabat seperti yang kau alami, apa itu yang kau inginkan” kata Clark seperti membuka arena perdebatan.
Oliver mengerutkan dahi saat mendengar pendapat Clark.
“Dia adalah putraku, maka aku berhak untuk menentukan apa yang terbaik untuknya” kata Lex singkat dan merasa menang. “Ohh yaa, apa kau kira tanpa bantuan dnaku maka Cleo akan benar-benar senyata sekarang” kata Clark sekarang sudah berdiri tegak menghadap ke Lex.
“Bukan salahku jika dnamu mengandung embrio sejenik kodok, yang bisa beradaptasi dengan dnaku” kata Lex juga terdengar tidak mau kalah. “Hentikan menyebutku seperti kodok” kata Clark wajahnya mulai memerah,
“Aku tidak mengataimu, tapi dnamu” jawab Lex singkat.
“Kenapa aku merasa seperti sedang berada ditengah pertengkaran pasutri muda” bisik Jimmy ke telinga Chloe.
“Setelah ini dia tidak akan sekolah ditempatnya yang dulu, ia akan bersekolah di Smallville, tempat di mana ia bisa menemukan sahabat” kata Clark berusaha untuk merendahkan volume suaranya yang tadi sempat meninggi.
“Apa?, kau akan menyekolahkannya di tempat sekolahmu yang dulu? Hahaha” kata Lex sedikit sinis, “Dan dia akan memakai baju kotak-kotak atau setelan pakaian berkombinasi warna merah dan biru seperti yan sering kau gunakan” kata Lex yang tidak hanya membuat dirinya tertawa, tapi juga Oliver.
“Yaa, kukira memag Cleo seharusnya bersekolah diboarding school, mereka punya pakaian yang bagus dan fashionable di sana” kata Oliver spontan.
Clark menyipitkan matanya ke arah Oliver, “bukan itu maksudku, maksudku bukan membela Lex, tapi memang trend baju sekarang bukan kotak-kotak apalagi yang hasil campuran warna merah dan biru” kata Oliver kebingungan harus berkata apa.
Keadaan ruangan itu memanas, dan tiba-tiba Chloe mengeluarkan suara.
“Lihat, Cleo tersenyum, sepertinya dia akan segera pulih” kata Chloe berusaha mengalihkan permbicaraan. “Senyumannya memang mirip denganmu Clark” kata Lana ikut berusaha mendamaikan keadaan. “Yaa, dia jelas sangat mirip denganmu saat sedang tidur Clark” tambah Lois dan ini jelas membuat Clark terlihat senang.
“Dan jelas dia mewarisi rambutmu Clark” kata Lex dengan nada bicara yang agak santai daripada sebelumnya. Chloe, Lana dan Lois mengiyakan pendapat Lex.
“Kecuali ponimu!” Oliver memperhatikan bentuk rambut Cleo tepat dibagian poninya, “Yaa, kurasa kau benar, dia tidak mewarisi poni aneh berbentuk S yang selalu dibanggakan Clark” lanjut Lex dengan nada cuek.
Wajah Clark memerah karena marah, “Pertama mereka mengejek tentang dnaku yang katanya seperti embrio kodok, lalu mereka membahas tentang selera pakaianku yang out of date, dan sekarang mereka mengejek tentang poni S rambutku, poni S trademarkku” kata Clark, dan sekarang terlihat ingin bertarung.
“Bukan aku, Lex duluan yang memulai membahas tentang rambut” kata Oliver sambil mengangkat tangannya tanda tidak merasa bersalah. “Yaa, tapi tadi aku memuji rambutmu, Oliver yang membahas tentang ponimu lebih dulu” sahut Lex tetap tidak mau kalah.
“CUUUUUKKKKKUUUUUPPPPPPP” teriak seorang dokter yang sejak tadi menangani Cleo. “Kalian bertiga keluar dari ruangan, kalian juga yang sedang tertawa, sekarang juga”.
THE END Bye…

--------------------------
PDF Format - Download -