Episode 3 – The Flock
Cast :
Smallville
| Pudel | as | Clark Kent |
| Kristin_Kreuk | as | Lana Lang |
| Michael Rosenbaum | as | Lex Luthor |
Maximum Ride
| Alexa Vega | as | Maximum Ride |
| Max Theriot | as | Fang |
| Avan Jogia | as | Iggy |
| Dylan Sprouse | as | Gazzy |
| Parker McKenna Posey | as | Nudge |
| Brooklyn Proulx | as | Angel |
| Alex Pettyfer | as | Ari |
Guest Star
| Ollie20 | as | Jenderal Ollie |
| charmed4ever | as | Ice |
| kojaplover | as | Fire |
| lady_mannequin | as | Wind |
| Miura Haruma | as | Earth |
| Taylor Lautner | as | Shadow |
OST Disturbed - Going Down With The Sicknes
Liberation Fortress, Pinggiran Kota Metropolis
“Ayo cepat.. Jika kalian lembek seperti ini, waktuku akan terbuang percuma. Cepat !!!” Seru seorang wanita dari kejauhan.
Beberapa orang segera mengangkat box-box yang entah isinya apa. Liberation Fortress merupakan kamp pelatihan yang didirikan oleh Lex Luthor untuk melatih para meteor freak menjadi senjata yang mematikan. Tentu saja jika digabungkan dengan limpahan dana dan teknologi yang dikembangkan Lex Luthor, hal itu akan menjadi sesuatu yang sangat berbahaya.
Lex mendirikan sebuah fortress di pinggiran kota Metropolis dengan tujuan menjauhkan fortress itu dari pandangan masyarakat. Bangunannya terbuat dari beton dan berbentuk setengah oval dengan menara yang menjulang tinggi tepat di tengah-tengahnya.Walaupun namanya Liberation Fortress, tampak terlihat bahwa meteor freak yang didalamnya tak merasakan inti dari Liberate. Mereka seperti terkekang dan selalu dipaksa untuk mengikuti perintah atasan. Namun ada juga beberapa yang mengabdikan dirinya kepada Lex Luthor karena telah merasa diselamatkan oleh Lex Luthor. Mereka bukan mutant seperti Max dan kawanannya, mereka hanya orang-orang yang kurang beruntung-atau mungkin beruntung- menjadi korban dari hujan meteor yang terjadi di smallville beberapa tahun silam.
“Jendral, smuanya sudah siap. Perintah sudah dilaksanakan dengan sempurna. Laporan selesai.” Kata salah satu orang berseragam menyerupai tentara pasukan elit.
“Laporan diterima. Segera informasikan kepada Ice, Fire, Wind, Earth dan Shadow untuk segera berkumpul di hangar!!” Jawab wanita itu yang ternyata jabatannya adalah seorang jenderal.
“Yes, Mam!!”
“Panggilan kepada Ice, Fire, Wind, Earth dan Shadow, untuk segera berkumpul di hangar secepatnya. Sekali lagi panggilan kepada Ice, Fire, Wind, Earth dan Shadow, untuk segera berkumpul di hangar secepatnya. Terima kasih.” Suara itu terdengan keras di beberapa pengeras suara.
Meteor Freak Dorm
“Saatnya kita melakukan tugas yang sebenernya guys, packing your bag.. and lets go.” seru Ice memimpin teman-temannya
“Cihai.. kita akan membakar sesuatu.. iya khan Ice ?” Jawab Fire dengan semangat menggebu-gebu.
“Hmm.. whatever” kata si Wind.
“Apa yang akan kita lakukan Ice ? Kita bahkan belum pernah terjun di direct combat.” Tanya Earth dengan wajah penuh keraguan dan ketakutan.
“Itulah alasan kenapa kita selama ini dilatih di sini. Untuk menjadi kuat dan siap menghadapi musuh yang mungkin lebih kuat dari kita.” jawab Ice. “Dimana Shadow ? Sial dia selalu aja mencari masalah di saat penting seperti ini” tambah Ice.
“Wow hati-hati Ice. Kau harusnya lebih waspada saat berbicara.” Suara shadow terdengar di penjuru ruangan, namun tidak diketahui dimana orangnya.
Itulah kekuatan Shadow. Ia bisa menjadi invisible selama dia ada ditempat yang mendukung terbentuknya suatu bayangan. Bahkan ia sering mengelabui teman-temannya sendiri dan berbuat usil ke mereka. Dengan kemampuannya ini, dia sangat berguna untuk menjadi mata-mata.
“Ok.. lets go to hangar.” Pimpin Ice.
Liberation Fortress Hangar
Jenderal wanita itu telah menunggu mereka di hangar. Terlihat 2 helikopter telah siap untuk mengangkut mereka. Lex Luthor langsung keluar dari salah satu helikopter dan menyapa mereka semua.
“Jendral Ollie, apakah tim mu sudah siap ? Misi ini bukan sembarang misi dan harus diselesaikan dengan sempurna. Aku tidak mau mendengar alasan apapun untuk suatu kegagalan yang tim mu lakukan. Kau mengerti Jendral Ollie ?” kata Lex
“Yes Sir!!” Jawab Ollie. Ollie langsung berbalik badan dan menuju ke tim nya. “Ok Guys, ini adalah misi kalian” Ollie sembari memberikan map yang berisikan kertas-kertas informasi kepada Ice.
“Wow.. this is fantastic.. and will be fun-tastic” teriak Fire. “Kita akan benar-benar menghadapi musuh yang kuat. Mereka mutant.. huhuhu mutant..” Tambah Fire.
“Max, Maximum Ride..” Gumam Ice
“Ada apa Ice ?” tanya Wind ke Ice
“Oh uhm.. tidak pa-pa.” jawab Ice dengan wajah yang tidak seperti biasanya. Maximum Ride, pemimpin mutant bersayap. Seorang wanita, oh mungkin bukan, gadis.. menjadi pemimpin ? Hahahaha.. ini pasti becanda. Aku bisa mengalahkannya dengan mudah. Tapi raut muka Ice jelas-jelas tidak menunjukkan ke-optimisan. Melainkan aroma persaingan.
“Ice.. Hey Ice” seru Earth sembari menepuk bahu Ice. “Wah.. wah.. Ice mencurigakan. Jangan-jangan kau jatuh cinta nih ke... siapa namanya.. Maximum Ride. Wahahahha jatuh cinta pandangan pertama nih.” Canda Earth.
“Kau jangan becanda Earth. Aku hanya membaca profilnya. Jikalau nanti aku berhadapan dengannya, aku sudah siap untuk menghajarnya.”
“Ugh alasan klise Ice.” Shadow menyeletuk.
“Sudah jangan bercanda. Ayo kita siap-siap dan langsung berangkat.” Wind menengahi. Ia langsung mengambil backpacknya dah berjalan menuju helikopter meninggalkan teman-temannya.
“Hmm.. anak anak yang complex Jenderal. Karena itulah aku menunjukmu untuk memimpin mereka. Kau tahu alasannya khan ?” Kata Lex kepada Ollie.
Ollie hanya melirik Lex dan menundukkan kepalanya. “Aku akan berusaha semampuku.”
***
METROPOLIS
Matahari pagi itu juga tak kalah terangnya menyinari tempat persembunyian Max dan kawan-kawan. Semua kawanan telah terbangun dari tidurnya. Mereka berjalan tepi gedung.. merentangkan sayap mereka yang rata rata panjangnya 3 sampai 4 meter itu. Sayap mereka terlihat sangat indah, memantulkan sinar matahari pagi waktu itu.
“Hmm Max.. aku lapar. Bagaimana kalau kita cari makan dulu, setelah itu kita baru mencari Fang. Metropolis sangat luas. Akan sangat sulit jika kita kelaparan sewaktu mencari Fang.” Tanya Nudge dengan sedikit nada rayuan.
Kawanan yang lainpun menatap Max dengan tatapan sayu. Mengharapkan Max meng-iyakan ajakan Nudge.
“Ok Flocks.. Kita makan dulu. Tapi kita tidak bisa terbang di atas Metropolis. Akan sangat mencolok bagi orang-orang di bawah kita. Lebih baik kita membaur dengan orang-orang sekitar. Kita cari restoran cepat saji saja. Kita bisa order dengan cepat. Jadi jika pemusnah datang, setidaknya perut kita sudah terisi sedikit makanan.” Jelas Max.
Tapi wajah Max tidak seceria biasanya. Kawanan juga menangkap sesuatu yang membuat Max gelisah hari itu. Yang pasti ketidakjelasan keberadaan Fang telah membuat perasaan Max sedih. “Ikuti kata hatimu. Pimpin mereka. Kau adalah calon penyelamat dunia. Kau sudah melakukan yang terbaik dengan menjaga perasaan Idgy, Nudge, Gazzy dan Angel tidak jatuh. Lakukan yang terbaik” Kata suara di kepala Max. Max mengumpat dalam hati. Menyalahkan suara yang selalu muncul di situasi yang tidak pas. Max mempunyai kelebihan dalam dirinya. Ada suara di dalam kepalanya yang selalu mengganggu dia. Suara itu seperti orang ke dua dalam diri Max. Berkata-kata pada saat tidak diminta.. dan selalu diam saat Max membutuhkan atau bertanya pada suara itu.
Saat itu juga Max dan kawanannya menemukan restoran cepat saji yang cukup ramai. Max menjatuhkan pilihan pada restoran itu karena dia berpikir dalam keramaian, kalaupun ada pemusnah, pemusnah akan terhambat dengan adanya orang-orang di sekitar mereka. Mereka masuk dan memesan di counter.
“Beef Burger 2, Kentang goreng 3 porsi, dan.. Coke 2 gelas.” Seru Angel.
“Aku sama...” tambah Gazzy
“Mm.. Chicken Steak 2, Burger 1, dan Vanila Latte 2” Kata Iggy
“Paket Combo 2, 2 porsi saja.. ditambah Coke ya..” Nudge ikutan memesan.
“Hah.. itu buat kalian semua ? Apa kalian mampu...” tanya penjaga kasir kebingungan
“Sudah, tolong pesanan mereka cepat di proses ya.. Aku pesan Beef Burger 2, Chicken Steak 1 dan Coke 2 gelas. Kami pasti bayar kok.” Jawab Max sambil menyodorkan kartu kredit ke penjaga kasir.
Setelah pesanan mereka di proses dan di hidangkan. Mereka memilih tempat duduk di pojok belakang, di dekat jalan keluar darurat. Dengan pertimbangan jika Pemusnah datang dari pintu masuk, mereka ada cukup waktu untuk keluar. Mereka makan dengan sangat nikmatnya. Sampai tak sadar mereka menjadi pusar perhatian para tamu restoran tersebut. Tiba-tiba secara tidak sengaja mereka melihat sosok orang yang mereka kenali.
“Itu Fang..” Kata Angel sambil menunjuk seseorang.
“Fang!!.. Fang!!” Teriak Nudge.
Max berdiri mencoba mencari orang yang dimaksud oleh Angel dan Nudge. Dan benar itu adalah Fang. Fang mendengar panggilan Nudge dan menghampiri mereka. Mereka langsung berpelukan seperti tidak bertemu beberapa tahun.
“Fang.. aku kira kau....” Max menatap Fang sambil menitikkan air mata..
“Aku tidak apa-apa..” Jawab Fang menenangkan Max. Sembari ia mengusap air mata Max. “Seseorang menolongku. Nanti kalian kukenalkan padanya.”
“hihihi.. Lihat Fang.. baru 1 hari berkeliaran sendirian, dia sudah menggandeng cewek” canda Gazzy ke Iggy sambil melirik wanita yang tadi masuk ke restoran bersama Fang.
“Cewek? Cantik kah? Akan sangat buruk jika cewek itu lebih cantik dari Max” balas Iggy.
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, melirik Max.. dan menyadari Max melotot ke arah mereka berdua.
“Sorry.. Ini Lana. Dia teman orang yang sudah menyelamatkanku. Aku memintanya untuk mengenalkan Metropolis padaku. Lana, ini teman-temanku.”
Fang mengenalkan Lana pada kawanan. Lalu Max mempersilahkan Lana untuk duduk 1 meja dengan mereka. Tatapan curiga kembali muncul di mata Lana. Fang hanya tersenyum manis pada Lana. Tampak Lana ingin mengajukan pertanyaan pada Fang dan kawanan. Belum sempat bertanya.. mereka di kejutkan oleh teriakan Max..
“Pemusnah!!” Teriak Max..
* OST Disturbed - Going Down With The Sickness *
Max mempunyai insting yang sangat tajam. Ia bisa merasakan jika ada pemusnah berkeliaran di sekitar mereka. Ini merupakan keuntungan The Flock mempunyai pemimpin seperti Max. Jika ditambah Fang, mereka mempunyai pemimpin dan pelindung yang kuat.
5 manusia langsung berubah menjadi pemusnah dan berlari kearah para kawanan. Mereka sangat emosi mengetahui penyamaran mereka terbuka oleh Max.
“Lana cepat pergi.. Cepat !!!!” Teriak Max ke Lana.
Para kawanan langsung mendobrak pintu darurat dan keluar dari restoran melalu pintu belakang. Sedangkan Lana melarikan diri dari kekacauan yang terjadi di restoran itu. Teriakan-teriakan [bigno]ikkan telinga datang dari para tamu yang tampak histeris melihat werewolf berlarian di antara mereka.
Max dan kawan-kawan langsung memutuskan untuk keluar melalui pintu belakang dan terbang ke udara bebas. Para pemusnah ikut terbang untuk mengejar mereka. Perkelahian hebat terjadi di udara. Banyak warga Metropolis yang menontonnya dari bawah. Angel, dengan kemampuan mempengaruhi pikiran.. menyuruh salah satu pemusnah untuk mengatupkan sayapnya dan terjun bebas ke bumi. Dan salah satu pemusnah bertindak seperti kemauan Angel. Ia mengatupkan sayap.. dan terjun bebas ke jalanan Metropolis. Suara benturan pun terdengar sangat kerasnya saat tubuh Pemusnah bertemu dengan aspal Metropolis. Angel menjadi sangat menakutkan di saat pertempuran seperti ini.
Iggy, Nudge dan Gazzy menghadapi 2 pemusnah sekaligus. Salah satu pemusnah memukul rahang Iggy.. Iggy sempoyongan.. pukulan itu berhasil membuat Iggy hilang keseimbangan di udara untuk sementara. Nudge membalasnya dengan tendangan yang keras di rusuk salah satu pemusnah. Suara tulang patah pun terdengar dari rusuk pemusnah. Pemusnah berteriak kesakitan, dan itu saat yang tepat buat Gazzy untuk memasukkan beberapa butir bom ke dalam mulut pemusnah. BHUAM!!! pemusnah itu hancur lebur karena ledakan bom gazzy. Iggy tak melepaskan pemusnah yang satu nya lagi. Ia berputar ke belakang pemusnah itu, menyilangkan tangannya tepat di leher pemusnah dan mencekiknya. Nudge menghantam perut pemusnah itu dengan sekuat tenaga. Gazzy mendekat dan menggantungkan beberapa bom di sayap pemusnah itu. Iggy buru-buru melepas pemusnah itu dan menjauh bersama Nudge dan Gazzy. BHUAM!!! sekali lagi terdengar bunyi ledakan. Kali ini sayap pemusnah itu terlepas dari tubuhnya dan pemusnah itu terjun bebas ke bumi.
Salah satu pemusnah berhasil memukul telak Max di pipinya dan membuat tubuh Max memutar di udara. Max memanfaatkan momentum putarannya itu untuk menghasilkan tendangan yang lebih bertenaga ke arah kepala pemusnah itu. KRAK!! tampaknya tulang leher pemusnah itu patah. Max langsung mendekati pemusnah itu dan mendaratkan pukulan di perut pemusnah. Ia mengkombinasikan dengan uppercut di rahang pemusnah itu. Seketika pemusnah itu jatuh ke bumi.
Fang berhadapan dengan Ari. Pemimpin dari para pemusnah, dan merupakan pemusnah terkuat diantara pemusnah lainnya. Dengan mata yang penuh aroma dendam, Fang meladeni perkelahian sengit dengan Ari. Ari mencoba memukul Fang, namun Fang bisa menghindarinya dan melayangkan pukulan ke perut Ari. Belum sempat rasa sakit menghilang dari perutnya, Ia mendapatkan hadiah tendangan telak dari Fang tepat di wajahnya. Fang memutar ke belakang Ari dan memegang sayap Ari. “Apa kau pernah merasakan sayapmu patah? Dan terjun bebas ke bumi ?” Tanya Fang dengan nada tinggi. “Ini rasanya!!!!!!!!” Fang memegang kedua sayap Ari dengan kedua tangannya. Ditapakkan kaki Fang di punggung Ari, Lalu Fang mendorong Ari dengan kakinya dengan tetap memegang sayap Ari dengan kuat. KRAK!! KRETEK... KRETEK... sayap Ari patah di beberapa bagian. Ari limbung di udara dan tak dapat mempertahankan ketinggiannya. Ia jatuh ke bumi dengan cepatnya. Namun Fang tak melepaskannya begitu saja. Ia terbang secara cepat ke arah menjemput jatuhnya Ari.. dan menambahinya dengan 1 tendangan terakhir yang tepat mengarah ke rusuknya.
Max yang melihatnya membiarkan Fang dibakar emosi. Baru pertama kali ini Max melihat Fang begitu emosinya. Menghajar Ari seperti kesetanan. Max berusaha mengerti apa yang dirasakan Fang. Namun ia sendiri juga merasa gemetar. Fang berubah menjadi pembunuh seperti itu. Mungkin hilangnya Fang selama satu malam kemarin adalah hasil kerja dari Ari yang menghajar Fang begitu parah.
Lana melihat secara langsung pertempuran itu dari bawah. Begitu juga dengan penduduk Metropolis. Mereka disuguhi pertempuran yang sepertinya hanya bisa disaksikan di acara-acara superhero televisi. Kali ini benar-benar nyata terjadi di depan mata mereka. Dari kejauhan tampak 5 manusia juga mengamati perkelahian itu.
“Mantap.. Kuat.. Lincah dan tampaknya menyenangkan” Kata Fire.
“It's over. Ayo kita kembali ke markas.” Ajak Ice
“Tapi Ice, kita bisa menangkap mereka sekarang.. Kalau kau tak mau, biar aku saja yang terjun sendirian ke medan pertempuran itu” Jawab Fire penuh emosi.
Wind langsung menggandeng tangan Fire dan membisikkan sesuatu kepada Fire. Entah apa yang dibisikkan Wind sehingga bisa membuat Fire sedikit melunak. Wind merupakan kekuatan tersembunyi di tim ini. Dia adalah orang yang bisa dipercaya dan bisa menenangkan teman-temannya. Bagaimana ia berbicara, memanfaatkan emosi, dan mulai melakukan pendekatan. Itulah kemampuan Wind.
Kabar ini pun tak lepas dari telinga Clark. Dengan kecepatannya Clark juga hadir di area pertempuran itu. Ia dengan cepat mengenali bahwa Fang salah satu di antara mereka. Namun Clark tidak mau bertindak gegabah. Ia membaur dengan kerumunan dan hanya melihat Fang dan teman-temannya dari bawah.
“Guys.. lebih baik kita cepat-cepat pergi dari sini” Seru Max sambil menunjukkan kepada kawanan bahwa mereka telah menjadi tontonan.
“Yup.. lebih cepat, lebih baik.” Tambah Fang. Fang mencoba melihat ke bawah. Dan ia melihat wajah Lana di kerumunan orang. Ia juga melihat Clark ada di situ. Sorry.. gumam Fang.
* End of OST *
Max dan kawanannya terbang menjauh dari tempat itu, kembali ke tempat peristirahatan mereka semalam. Mereka berenam kembali berkumpul dan menjadi 1 keluarga.
***
Max tidak bisa melepaskan pandangannya dari Fang. Dia mendekati Fang lalu duduk di sebelah Fang. Menyandarkan kepalanya di bahu Fang. Fang membelai rambut Max yang tampak lebih berkilau ketika tersiram cahaya matahari terbenam. Fang menatap Max dan memberikan senyum kepadanya. Senyuman itu membuat Max semakin nyaman dan damai. Fang membiarkannya tertidur di bahunya sore itu. Iggy, Nudge, Gazzy dan Angel sudah tertidur duluan di samping Fang dan Max. Pertempuran siang itu di Metropolis membuat mereka lelah.
Fang perlahan-lahan memindahkan kepala Max dari bahunya dan mencarikan posisi tidur yang nyaman bagi Max. “Max, Flocks.. aku tidak akan meninggalkan kalian.. aku pergi sebentar..” bisik Fang ke telinga Max. Fang berjalan menuju tepian gedung. Merentangkan sayapnya.. begitu indah.. bahkan sangat sangat indah.. sayap gelap Fang sangat indah saat di rentangkan, memantulkan sinar matahari kesorean itu. Fang menengok Max sebentar dan dia langsung lepas landas ke angkasa.
“Ayo cepat.. Jika kalian lembek seperti ini, waktuku akan terbuang percuma. Cepat !!!” Seru seorang wanita dari kejauhan.
Beberapa orang segera mengangkat box-box yang entah isinya apa. Liberation Fortress merupakan kamp pelatihan yang didirikan oleh Lex Luthor untuk melatih para meteor freak menjadi senjata yang mematikan. Tentu saja jika digabungkan dengan limpahan dana dan teknologi yang dikembangkan Lex Luthor, hal itu akan menjadi sesuatu yang sangat berbahaya.
Lex mendirikan sebuah fortress di pinggiran kota Metropolis dengan tujuan menjauhkan fortress itu dari pandangan masyarakat. Bangunannya terbuat dari beton dan berbentuk setengah oval dengan menara yang menjulang tinggi tepat di tengah-tengahnya.Walaupun namanya Liberation Fortress, tampak terlihat bahwa meteor freak yang didalamnya tak merasakan inti dari Liberate. Mereka seperti terkekang dan selalu dipaksa untuk mengikuti perintah atasan. Namun ada juga beberapa yang mengabdikan dirinya kepada Lex Luthor karena telah merasa diselamatkan oleh Lex Luthor. Mereka bukan mutant seperti Max dan kawanannya, mereka hanya orang-orang yang kurang beruntung-atau mungkin beruntung- menjadi korban dari hujan meteor yang terjadi di smallville beberapa tahun silam.
“Jendral, smuanya sudah siap. Perintah sudah dilaksanakan dengan sempurna. Laporan selesai.” Kata salah satu orang berseragam menyerupai tentara pasukan elit.
“Laporan diterima. Segera informasikan kepada Ice, Fire, Wind, Earth dan Shadow untuk segera berkumpul di hangar!!” Jawab wanita itu yang ternyata jabatannya adalah seorang jenderal.
“Yes, Mam!!”
“Panggilan kepada Ice, Fire, Wind, Earth dan Shadow, untuk segera berkumpul di hangar secepatnya. Sekali lagi panggilan kepada Ice, Fire, Wind, Earth dan Shadow, untuk segera berkumpul di hangar secepatnya. Terima kasih.” Suara itu terdengan keras di beberapa pengeras suara.
Meteor Freak Dorm
“Saatnya kita melakukan tugas yang sebenernya guys, packing your bag.. and lets go.” seru Ice memimpin teman-temannya
“Cihai.. kita akan membakar sesuatu.. iya khan Ice ?” Jawab Fire dengan semangat menggebu-gebu.
“Hmm.. whatever” kata si Wind.
“Apa yang akan kita lakukan Ice ? Kita bahkan belum pernah terjun di direct combat.” Tanya Earth dengan wajah penuh keraguan dan ketakutan.
“Itulah alasan kenapa kita selama ini dilatih di sini. Untuk menjadi kuat dan siap menghadapi musuh yang mungkin lebih kuat dari kita.” jawab Ice. “Dimana Shadow ? Sial dia selalu aja mencari masalah di saat penting seperti ini” tambah Ice.
“Wow hati-hati Ice. Kau harusnya lebih waspada saat berbicara.” Suara shadow terdengar di penjuru ruangan, namun tidak diketahui dimana orangnya.
Itulah kekuatan Shadow. Ia bisa menjadi invisible selama dia ada ditempat yang mendukung terbentuknya suatu bayangan. Bahkan ia sering mengelabui teman-temannya sendiri dan berbuat usil ke mereka. Dengan kemampuannya ini, dia sangat berguna untuk menjadi mata-mata.
“Ok.. lets go to hangar.” Pimpin Ice.
Liberation Fortress Hangar
Jenderal wanita itu telah menunggu mereka di hangar. Terlihat 2 helikopter telah siap untuk mengangkut mereka. Lex Luthor langsung keluar dari salah satu helikopter dan menyapa mereka semua.
“Jendral Ollie, apakah tim mu sudah siap ? Misi ini bukan sembarang misi dan harus diselesaikan dengan sempurna. Aku tidak mau mendengar alasan apapun untuk suatu kegagalan yang tim mu lakukan. Kau mengerti Jendral Ollie ?” kata Lex
“Yes Sir!!” Jawab Ollie. Ollie langsung berbalik badan dan menuju ke tim nya. “Ok Guys, ini adalah misi kalian” Ollie sembari memberikan map yang berisikan kertas-kertas informasi kepada Ice.
“Wow.. this is fantastic.. and will be fun-tastic” teriak Fire. “Kita akan benar-benar menghadapi musuh yang kuat. Mereka mutant.. huhuhu mutant..” Tambah Fire.
“Max, Maximum Ride..” Gumam Ice
“Ada apa Ice ?” tanya Wind ke Ice
“Oh uhm.. tidak pa-pa.” jawab Ice dengan wajah yang tidak seperti biasanya. Maximum Ride, pemimpin mutant bersayap. Seorang wanita, oh mungkin bukan, gadis.. menjadi pemimpin ? Hahahaha.. ini pasti becanda. Aku bisa mengalahkannya dengan mudah. Tapi raut muka Ice jelas-jelas tidak menunjukkan ke-optimisan. Melainkan aroma persaingan.
“Ice.. Hey Ice” seru Earth sembari menepuk bahu Ice. “Wah.. wah.. Ice mencurigakan. Jangan-jangan kau jatuh cinta nih ke... siapa namanya.. Maximum Ride. Wahahahha jatuh cinta pandangan pertama nih.” Canda Earth.
“Kau jangan becanda Earth. Aku hanya membaca profilnya. Jikalau nanti aku berhadapan dengannya, aku sudah siap untuk menghajarnya.”
“Ugh alasan klise Ice.” Shadow menyeletuk.
“Sudah jangan bercanda. Ayo kita siap-siap dan langsung berangkat.” Wind menengahi. Ia langsung mengambil backpacknya dah berjalan menuju helikopter meninggalkan teman-temannya.
“Hmm.. anak anak yang complex Jenderal. Karena itulah aku menunjukmu untuk memimpin mereka. Kau tahu alasannya khan ?” Kata Lex kepada Ollie.
Ollie hanya melirik Lex dan menundukkan kepalanya. “Aku akan berusaha semampuku.”
***
METROPOLIS
Matahari pagi itu juga tak kalah terangnya menyinari tempat persembunyian Max dan kawan-kawan. Semua kawanan telah terbangun dari tidurnya. Mereka berjalan tepi gedung.. merentangkan sayap mereka yang rata rata panjangnya 3 sampai 4 meter itu. Sayap mereka terlihat sangat indah, memantulkan sinar matahari pagi waktu itu.
“Hmm Max.. aku lapar. Bagaimana kalau kita cari makan dulu, setelah itu kita baru mencari Fang. Metropolis sangat luas. Akan sangat sulit jika kita kelaparan sewaktu mencari Fang.” Tanya Nudge dengan sedikit nada rayuan.
Kawanan yang lainpun menatap Max dengan tatapan sayu. Mengharapkan Max meng-iyakan ajakan Nudge.
“Ok Flocks.. Kita makan dulu. Tapi kita tidak bisa terbang di atas Metropolis. Akan sangat mencolok bagi orang-orang di bawah kita. Lebih baik kita membaur dengan orang-orang sekitar. Kita cari restoran cepat saji saja. Kita bisa order dengan cepat. Jadi jika pemusnah datang, setidaknya perut kita sudah terisi sedikit makanan.” Jelas Max.
Tapi wajah Max tidak seceria biasanya. Kawanan juga menangkap sesuatu yang membuat Max gelisah hari itu. Yang pasti ketidakjelasan keberadaan Fang telah membuat perasaan Max sedih. “Ikuti kata hatimu. Pimpin mereka. Kau adalah calon penyelamat dunia. Kau sudah melakukan yang terbaik dengan menjaga perasaan Idgy, Nudge, Gazzy dan Angel tidak jatuh. Lakukan yang terbaik” Kata suara di kepala Max. Max mengumpat dalam hati. Menyalahkan suara yang selalu muncul di situasi yang tidak pas. Max mempunyai kelebihan dalam dirinya. Ada suara di dalam kepalanya yang selalu mengganggu dia. Suara itu seperti orang ke dua dalam diri Max. Berkata-kata pada saat tidak diminta.. dan selalu diam saat Max membutuhkan atau bertanya pada suara itu.
Saat itu juga Max dan kawanannya menemukan restoran cepat saji yang cukup ramai. Max menjatuhkan pilihan pada restoran itu karena dia berpikir dalam keramaian, kalaupun ada pemusnah, pemusnah akan terhambat dengan adanya orang-orang di sekitar mereka. Mereka masuk dan memesan di counter.
“Beef Burger 2, Kentang goreng 3 porsi, dan.. Coke 2 gelas.” Seru Angel.
“Aku sama...” tambah Gazzy
“Mm.. Chicken Steak 2, Burger 1, dan Vanila Latte 2” Kata Iggy
“Paket Combo 2, 2 porsi saja.. ditambah Coke ya..” Nudge ikutan memesan.
“Hah.. itu buat kalian semua ? Apa kalian mampu...” tanya penjaga kasir kebingungan
“Sudah, tolong pesanan mereka cepat di proses ya.. Aku pesan Beef Burger 2, Chicken Steak 1 dan Coke 2 gelas. Kami pasti bayar kok.” Jawab Max sambil menyodorkan kartu kredit ke penjaga kasir.
Setelah pesanan mereka di proses dan di hidangkan. Mereka memilih tempat duduk di pojok belakang, di dekat jalan keluar darurat. Dengan pertimbangan jika Pemusnah datang dari pintu masuk, mereka ada cukup waktu untuk keluar. Mereka makan dengan sangat nikmatnya. Sampai tak sadar mereka menjadi pusar perhatian para tamu restoran tersebut. Tiba-tiba secara tidak sengaja mereka melihat sosok orang yang mereka kenali.
“Itu Fang..” Kata Angel sambil menunjuk seseorang.
“Fang!!.. Fang!!” Teriak Nudge.
Max berdiri mencoba mencari orang yang dimaksud oleh Angel dan Nudge. Dan benar itu adalah Fang. Fang mendengar panggilan Nudge dan menghampiri mereka. Mereka langsung berpelukan seperti tidak bertemu beberapa tahun.
“Fang.. aku kira kau....” Max menatap Fang sambil menitikkan air mata..
“Aku tidak apa-apa..” Jawab Fang menenangkan Max. Sembari ia mengusap air mata Max. “Seseorang menolongku. Nanti kalian kukenalkan padanya.”
“hihihi.. Lihat Fang.. baru 1 hari berkeliaran sendirian, dia sudah menggandeng cewek” canda Gazzy ke Iggy sambil melirik wanita yang tadi masuk ke restoran bersama Fang.
“Cewek? Cantik kah? Akan sangat buruk jika cewek itu lebih cantik dari Max” balas Iggy.
Mereka berdua tertawa terbahak-bahak, melirik Max.. dan menyadari Max melotot ke arah mereka berdua.
“Sorry.. Ini Lana. Dia teman orang yang sudah menyelamatkanku. Aku memintanya untuk mengenalkan Metropolis padaku. Lana, ini teman-temanku.”
Fang mengenalkan Lana pada kawanan. Lalu Max mempersilahkan Lana untuk duduk 1 meja dengan mereka. Tatapan curiga kembali muncul di mata Lana. Fang hanya tersenyum manis pada Lana. Tampak Lana ingin mengajukan pertanyaan pada Fang dan kawanan. Belum sempat bertanya.. mereka di kejutkan oleh teriakan Max..
“Pemusnah!!” Teriak Max..
* OST Disturbed - Going Down With The Sickness *
Max mempunyai insting yang sangat tajam. Ia bisa merasakan jika ada pemusnah berkeliaran di sekitar mereka. Ini merupakan keuntungan The Flock mempunyai pemimpin seperti Max. Jika ditambah Fang, mereka mempunyai pemimpin dan pelindung yang kuat.
5 manusia langsung berubah menjadi pemusnah dan berlari kearah para kawanan. Mereka sangat emosi mengetahui penyamaran mereka terbuka oleh Max.
“Lana cepat pergi.. Cepat !!!!” Teriak Max ke Lana.
Para kawanan langsung mendobrak pintu darurat dan keluar dari restoran melalu pintu belakang. Sedangkan Lana melarikan diri dari kekacauan yang terjadi di restoran itu. Teriakan-teriakan [bigno]ikkan telinga datang dari para tamu yang tampak histeris melihat werewolf berlarian di antara mereka.
Max dan kawan-kawan langsung memutuskan untuk keluar melalui pintu belakang dan terbang ke udara bebas. Para pemusnah ikut terbang untuk mengejar mereka. Perkelahian hebat terjadi di udara. Banyak warga Metropolis yang menontonnya dari bawah. Angel, dengan kemampuan mempengaruhi pikiran.. menyuruh salah satu pemusnah untuk mengatupkan sayapnya dan terjun bebas ke bumi. Dan salah satu pemusnah bertindak seperti kemauan Angel. Ia mengatupkan sayap.. dan terjun bebas ke jalanan Metropolis. Suara benturan pun terdengar sangat kerasnya saat tubuh Pemusnah bertemu dengan aspal Metropolis. Angel menjadi sangat menakutkan di saat pertempuran seperti ini.
Iggy, Nudge dan Gazzy menghadapi 2 pemusnah sekaligus. Salah satu pemusnah memukul rahang Iggy.. Iggy sempoyongan.. pukulan itu berhasil membuat Iggy hilang keseimbangan di udara untuk sementara. Nudge membalasnya dengan tendangan yang keras di rusuk salah satu pemusnah. Suara tulang patah pun terdengar dari rusuk pemusnah. Pemusnah berteriak kesakitan, dan itu saat yang tepat buat Gazzy untuk memasukkan beberapa butir bom ke dalam mulut pemusnah. BHUAM!!! pemusnah itu hancur lebur karena ledakan bom gazzy. Iggy tak melepaskan pemusnah yang satu nya lagi. Ia berputar ke belakang pemusnah itu, menyilangkan tangannya tepat di leher pemusnah dan mencekiknya. Nudge menghantam perut pemusnah itu dengan sekuat tenaga. Gazzy mendekat dan menggantungkan beberapa bom di sayap pemusnah itu. Iggy buru-buru melepas pemusnah itu dan menjauh bersama Nudge dan Gazzy. BHUAM!!! sekali lagi terdengar bunyi ledakan. Kali ini sayap pemusnah itu terlepas dari tubuhnya dan pemusnah itu terjun bebas ke bumi.
Salah satu pemusnah berhasil memukul telak Max di pipinya dan membuat tubuh Max memutar di udara. Max memanfaatkan momentum putarannya itu untuk menghasilkan tendangan yang lebih bertenaga ke arah kepala pemusnah itu. KRAK!! tampaknya tulang leher pemusnah itu patah. Max langsung mendekati pemusnah itu dan mendaratkan pukulan di perut pemusnah. Ia mengkombinasikan dengan uppercut di rahang pemusnah itu. Seketika pemusnah itu jatuh ke bumi.
Fang berhadapan dengan Ari. Pemimpin dari para pemusnah, dan merupakan pemusnah terkuat diantara pemusnah lainnya. Dengan mata yang penuh aroma dendam, Fang meladeni perkelahian sengit dengan Ari. Ari mencoba memukul Fang, namun Fang bisa menghindarinya dan melayangkan pukulan ke perut Ari. Belum sempat rasa sakit menghilang dari perutnya, Ia mendapatkan hadiah tendangan telak dari Fang tepat di wajahnya. Fang memutar ke belakang Ari dan memegang sayap Ari. “Apa kau pernah merasakan sayapmu patah? Dan terjun bebas ke bumi ?” Tanya Fang dengan nada tinggi. “Ini rasanya!!!!!!!!” Fang memegang kedua sayap Ari dengan kedua tangannya. Ditapakkan kaki Fang di punggung Ari, Lalu Fang mendorong Ari dengan kakinya dengan tetap memegang sayap Ari dengan kuat. KRAK!! KRETEK... KRETEK... sayap Ari patah di beberapa bagian. Ari limbung di udara dan tak dapat mempertahankan ketinggiannya. Ia jatuh ke bumi dengan cepatnya. Namun Fang tak melepaskannya begitu saja. Ia terbang secara cepat ke arah menjemput jatuhnya Ari.. dan menambahinya dengan 1 tendangan terakhir yang tepat mengarah ke rusuknya.
Max yang melihatnya membiarkan Fang dibakar emosi. Baru pertama kali ini Max melihat Fang begitu emosinya. Menghajar Ari seperti kesetanan. Max berusaha mengerti apa yang dirasakan Fang. Namun ia sendiri juga merasa gemetar. Fang berubah menjadi pembunuh seperti itu. Mungkin hilangnya Fang selama satu malam kemarin adalah hasil kerja dari Ari yang menghajar Fang begitu parah.
Lana melihat secara langsung pertempuran itu dari bawah. Begitu juga dengan penduduk Metropolis. Mereka disuguhi pertempuran yang sepertinya hanya bisa disaksikan di acara-acara superhero televisi. Kali ini benar-benar nyata terjadi di depan mata mereka. Dari kejauhan tampak 5 manusia juga mengamati perkelahian itu.
“Mantap.. Kuat.. Lincah dan tampaknya menyenangkan” Kata Fire.
“It's over. Ayo kita kembali ke markas.” Ajak Ice
“Tapi Ice, kita bisa menangkap mereka sekarang.. Kalau kau tak mau, biar aku saja yang terjun sendirian ke medan pertempuran itu” Jawab Fire penuh emosi.
Wind langsung menggandeng tangan Fire dan membisikkan sesuatu kepada Fire. Entah apa yang dibisikkan Wind sehingga bisa membuat Fire sedikit melunak. Wind merupakan kekuatan tersembunyi di tim ini. Dia adalah orang yang bisa dipercaya dan bisa menenangkan teman-temannya. Bagaimana ia berbicara, memanfaatkan emosi, dan mulai melakukan pendekatan. Itulah kemampuan Wind.
Kabar ini pun tak lepas dari telinga Clark. Dengan kecepatannya Clark juga hadir di area pertempuran itu. Ia dengan cepat mengenali bahwa Fang salah satu di antara mereka. Namun Clark tidak mau bertindak gegabah. Ia membaur dengan kerumunan dan hanya melihat Fang dan teman-temannya dari bawah.
“Guys.. lebih baik kita cepat-cepat pergi dari sini” Seru Max sambil menunjukkan kepada kawanan bahwa mereka telah menjadi tontonan.
“Yup.. lebih cepat, lebih baik.” Tambah Fang. Fang mencoba melihat ke bawah. Dan ia melihat wajah Lana di kerumunan orang. Ia juga melihat Clark ada di situ. Sorry.. gumam Fang.
* End of OST *
Max dan kawanannya terbang menjauh dari tempat itu, kembali ke tempat peristirahatan mereka semalam. Mereka berenam kembali berkumpul dan menjadi 1 keluarga.
***
Max tidak bisa melepaskan pandangannya dari Fang. Dia mendekati Fang lalu duduk di sebelah Fang. Menyandarkan kepalanya di bahu Fang. Fang membelai rambut Max yang tampak lebih berkilau ketika tersiram cahaya matahari terbenam. Fang menatap Max dan memberikan senyum kepadanya. Senyuman itu membuat Max semakin nyaman dan damai. Fang membiarkannya tertidur di bahunya sore itu. Iggy, Nudge, Gazzy dan Angel sudah tertidur duluan di samping Fang dan Max. Pertempuran siang itu di Metropolis membuat mereka lelah.
Fang perlahan-lahan memindahkan kepala Max dari bahunya dan mencarikan posisi tidur yang nyaman bagi Max. “Max, Flocks.. aku tidak akan meninggalkan kalian.. aku pergi sebentar..” bisik Fang ke telinga Max. Fang berjalan menuju tepian gedung. Merentangkan sayapnya.. begitu indah.. bahkan sangat sangat indah.. sayap gelap Fang sangat indah saat di rentangkan, memantulkan sinar matahari kesorean itu. Fang menengok Max sebentar dan dia langsung lepas landas ke angkasa.
***
To be Continued
ompuuuud... saya datang.
BalasHapusudah baca semuanya. banyak komen yang mau gw kasih sih, tapi ini versi singkatnya :P
1. untuk seorang amatir, ompud udah keren. deskripsinya udah mengalir mulus, tapi
2. deskripsinya terlalu terburu2. seharusnya lebih didetilkan.
3. banyak kejanggalan2 yang gw dapet. tapi apa karena gw yang ga pernah baca MR n liat SV ya? ;D.
4. banyak typo, ato salah tulis.
saran gw :
a. sering2 baca fanfic versi inggris. describenya mereka bisa ditiru.
b. kalo mau nulis dengan bahasa semi formal yang konsisten doong.. jangan ada dolo, laen, khan...jadi merusak suasana, om. :D
c. sebelum tanda tanya ga usah spasi.
udah deh... sori kebanyakan. kalo tentang ff gw, ntar aja, mau gw buatin blog baru khusus ff :D
jiakakakaka... thx a lot buat komen nya..
BalasHapusaduh typo typo.. wuakakakak..
ya deh ntar dicoba dulu.