Episode 1 - Prologue
Cast :
Smallville
| Pudel | as | Clark Kent |
| nenok_cuantik | as | Lois Lane |
| Kristin Kreuk | as | Lana Lang |
| Allison Mack | as | Chloe Sullivan |
| Michael Rosenbaum | as | Lex Luthor |
Maximum Ride
| Alexa Vega | as | Maximum Ride |
| Max Theriot | as | Fang |
| Avan Jogia | as | Iggy |
| Dylan Sprouse | as | Gazzy |
| Parker McKenna Posey | as | Nudge |
| Brooklyn Proulx | as | Angel |
| Alex Pettyfer | as | Ari |
OST
Dishwalla - Every Little Thing
Metropolis sore itu sangat cerah. Siluet cahaya berwarna kekuningan menghiasi langit, yang menandakan matahari sudah mulai kembali ke persembunyiannya. Jalanan sangat padat, penuh kendaraan lalu lalang. Trotoar dipenuhi oleh manusia berjas. Seperti biasa, waktu sore hari merupakan jam-jam sibuk Metropolis. Saatnya orang-orang pulang kerumah setelah mengalami kepenatan seharian.
“CK.. Let's go.. Kau sudah janji mau traktir aku khan ? C'mon.. jangan cari alasan macam macam ya” Kata Lois sembari ia menarik tangan CK.
“Ok.. Ok.. sabar..” Balas CK,
Mereka mengantri di kerumunan orang yang akan menyeberang jalan, menunggu lampu penyeberangan menyala hijau. Belum juga lampu penyeberangan berubah warna, CK dan Lois beserta kerumunan orang yang mengantri dikejutkan oleh suara tubrukan yang sangat keras diikuti teriakan histeris orang-orang di sekitar lokasi dentuman suara itu. Dengan naluri wartawannya, CK dan Lois langsung berlari menuju lokasi itu. Betapa terkejutnya mereka setelah melihat sesosok cowok, berambut hitam emo, berbadan kurus dan BERSAYAP tergeletak di depan mereka.
“Wow.. apa itu ? Manusia bersayap ?” celetuk salah satu orang di dekat mereka.
“Apakah dia masih hidup ? Coba periksa!!” Kata orang yang lain.
Seseorang mencoba memeriksa kondisi anak itu. “Sayapnya patah!!! Denyut nadinya masih terasa..” Teriak orang itu.
“Kita harus membawanya ke Rumah Sakit secepatnya..” kata CK. “Lois cepat cari taxi.. sebelum kondisinya tambah memburuk”. Lois langsung berlari mencari taxi yang kosong.
Mungkin ini saat yang tepat untuk membawanya langsung ke Rumah Sakit. Manusia bersayap ? Akan sangat beresiko membiarkannya lama-lama di sini, tambah lagi jika aku membawanya ke Rumah Sakit. Sial.. berpikirlah cepat CK..pikir CK. CK berusaha mencari solusi yang terbaik. Orang-orang di sekitarnya teralih perhatiannya untuk membantu Lois mencarikan taxi. Kondisi jalanan yang ruwet dan macet menjadikannnya sangat sulit untuk mencari taxi kosong. Tanpa disadari oleh orang-orang sekitar, CK langsung menggendong anak itu dan membawanya lari secepat kilat.
***
“Ari kenapa kau lepaskan dia ? Itu tadi saat terbaik untuk menghabisi salah satu mutant menjengkelkan itu” Tanya makhluk yang menyerupai werewolf itu kepada Ari, pemimpin pemusnah.
“Terlalu beresiko bagi kita untuk turun ke bawah. Banyak manusia yang akan mengetahui identitas kita. Lebih baik kita tetap berada di udara seperti ini.. setidaknya kita sudah melukai salah satu dari mereka. HA HA HA HA” Jawab Ari. “Ayo kita kembali.. kita sudah sangat lelah bertarung di udara hanya untuk menghadapi seorang mutant saja. Sial.. kenapa kita tidak diciptakan seperti mereka. Tapi aku bangga dengan kekuatanku sekarang. Baru kali ini serigala jadi-jadian seperti kita bisa terbang. HA HA HA HA” Tambah Ari.
Mereka berbalik arah, terbang kembali ke markas mereka. Pemusnah-pemusnah itu diciptakan untuk memburu dan menangkap (lagi) mutan-mutan burung yang melarikan diri dari Lab. Perburuan yang lama, melelahkan dan bahkan menyakitkan telah mereka lalui bertahun-tahun. Tapi para pemusnah sampai sekarang belum berhasil menangkap mereka. Pemusnah merupakan mutant modern. Dahulu mereka diciptakan sebagai werewolf biasa. Mampu berubah wujud dari manusia menjadi werewolf. Namun sekarang, sepasang sayap telah dicangkokkan ke tubuh mereka. Mereka tidak diciptakan untuk terbang.. namun demi keberhasilan mereka untuk menangkap mutant-mutant burung itu, terpaksalah sepasang sayap di cangkokkan di punggung mereka. Sangat menyakitkan bagi mereka. Dan pastinya mereka belum terbiasa dengan keadaan ini.
***
CK kembali ke apartmentnya. Di turunkannya anak itu di sofa yang berada di ruang tamu. Apartment CK memang tidak cukup luas untuk ditinggali berdua. Hanya terdiri dari 1 ruang tamu, 1 kamar dan 1 kamar mandi ditambah sebuah dapur. Ia langsung memeriksa kondisi anak tersebut. Sayap patah, tulang rusuk juga patah, memar di sekujur tubuhnya. Apa dia hasil rekayasa genetika dari Lab milik Lex Luthor ? Pikir CK. CK buru-buru mengambil perban dan obat merah di kamar mandi untuk mengobati anak itu dan kembali lagi ke ruang tamu.
“Thanks a lot..” Kata anak itu.
“Wow.. kau sudah siuman ? Aku kira kau terluka parah.” Balas CK tanpa bisa menutupi rasa terkejutnya.
Anak itu sudah duduk di sofa dengan posisi normal sambil memegangi rusuknya dengan raut muka masih kesakitan bercampur kekecewaan karena ia menyadari bahwa sayapnya patah.
“Bagaimana kondisimu.. biar aku obati dulu” Tambah CK sambil mencoba melepaskan diri dari keterkejutannya.
“It's OK.” Jawab anak itu ditambah dengan senyuman kecut yang muncul di wajahnya.
“Kau bisa percaya padaku. Aku tidak akan menyakitimu. Justru aku ingin membantumu. Aku Clark Kent. Kau siapa ?”
“Fang.” Fang menatap CK dengan tatapan curiga.
“Ada apa sebenarnya ? Siapa kamu ?”
“Maaf. Aku rasa itu bukan urusanmu CK.” Fang menjawabnya lirih dengan menahan rasa sakitnya.
“Fang, kau bisa mempercayaiku. Aku memang bukan mutant sepertimu.. Maaf.. Tapi aku juga memiliki hal yang “lain” sepertimu.”
CK terus mencoba untuk meyakinkan Fang bahwa dirinya dapat dipercaya. Fang menatapnya. Mencoba menghilangkan keraguan dalam dirinya dan meyakini bahwa CK bisa ia percaya. Tapi ia teringat kata teman-temannya, agar tidak mudah percaya kepada orang asing.
Memar di tubuh Fang perlahan-lahan mulai menghilang. CK pun melihat dan tak terkejut dengan keadaan itu. Fang mencoba berdiri, mengepakkan sayapnya yang panjangnya sekitar 3 meter itu.. KRAK!!.. terdengar suara dari salah satu sayapnya dan Fang terjatuh. Wajah Fang menunjukkan bahwa dia menahan rasa sakit yang luar biasa. CK mendekatinya dan mencoba meraba sayap Fang. Kali ini Fang benar-benar membiarkan CK untuk mendekatinya.. bahkan meraba sayapnya. Fang mencoba untuk mempercayai CK sepenuhnya.
“Aku rasa kita harus ke Rumah Sakit” kata CK
“Tidak.. Itu tidak mungkin. Sangat berbahaya di sana. Tolong bantu aku untuk meluruskan sayap ku saja. Tulang rusukku yang patah dapat sembuh dalam hitungan jam. Mungkin sayapku bisa lebih cepat.” Jawab Fang
“Tapi tulang sayapmu patah di 3 bagian. Hmm.. kalau memang begitu keadaannya.. akan kubantu untuk meluruskannya dan mengikatnya dengan bantuan papan. Kau bisa beristirahat sementara di sini.”
“Ok.. Maaf merepotkanmu CK.”
“It's Ok.”
CK merentangkan sayap Fang. Fang meringis menahan sakit. Baru kali ini dia mengalami patah sayap. Ugh aku berharap tidak mengalami hal seperti ini lagi. Benar-benar sakit!! Aku harap kawanan yang laen tidak bernasib sama seperti aku. Semoga mereka berhasil melarikan diri dari sergapan para pemusnah.
“Done...” kata CK.
***
“Max.. Max.. Fang di mana ? Kenapa dia tidak berkumpul bersama kita ?” Tanya gadis kecil di sebelah Max.
“Aku juga tidak tau dimana Fang sekarang berada, Angel. Berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa pada Fang.” balas Max. “Iggy, Nudge, Gazzy.. coba kalian cari tempat yang cocok buat bermalam.
“Ok Max..” Jawab mereka bertiga.
“Max.. di sana sepertinya cocok. Ada gedung yang tak terpakai di sana.” Seru Gazzy
“Ok Angel.. lebih baik kita kesana dulu.” ajak Max ke Angel.
“Yup..”
Mereka berlima mendarat di sebuah gedung tinggi yang tak terpakai di pinggiran Metropolis. Keadaan benar-benar berbeda. Mereka larut dalam keheningan. Tidak ada Fang bersama mereka. Belum pernah bagi mereka kehilangan salah satu anggota seperti ini. Angel merapat ke Max, meletakkan kepalanya di bahu Max. Max menatapnya dalam, membelai rambut Angel. Anak kecil itu sangat terpukul dengan ketidak hadiran Fang. Iggy, Nudge dan Gazzy juga diam..
“Max.. bagaimana jika Fang...”
“Dia pasti kembali. Dia berusaha mengalihkan perhatian para pemusnah. Dan dia berhasil.” celetuk Max memotong kata-kata Iggy.
Max memperhatikan Iggy. Iggy buta karena percobaan yang gagal di Lab. Para pria berjas putih mencoba mencangkokkan mata elang pada dirinya.. namun gagal. Selama ini Iggy mengandalkan pendengaran, penciuman dan perasaan hatinya. Max mencoba mengerti apa yang dirasakan Iggy. Sangat sulit bagi Iggy, bahkan kawanan tanpa Fang. Fang merupakan pelindung bagi mereka dan Max merupakan pemimpin mereka. Kombinasi yang pas buat para kawanan. Tapi saat ini Fang tidak ada diantara mereka. Jika pemusnah tiba-tiba menyerang mereka, apa yang harus mereka lakukan? Max mungkin tidak akan mampu menghadapi pemusnah sendirian. Meskipun dengan bantuan bom buatan Iggy,
“Hai aku pulang.. sudah lama kah kalian menungguku ?” Terdengar suara Fang.
“Gazzy !!!” Seru Max dan Iggy.
“Maaf.. Maaf..” timpal Gazzy
Gazzy memiliki kemampuan menirukan suara orang. Kadang ia menggunakan kemampuannya itu untuk menggoda kawanan lainnya.
“Ini bukan saat yang tepat untuk melakukan hal seperti itu. Kau tau itu Gazzy !!” Max berteriak dan melotot ke Gazzy. “Lebih baik kita beristirahat dahulu. Besok, kita cari keberadaan Fang.” Tambah Max dengan merendahkan nada suaranya.
“Ok..” Jawab para kawanan.
***
Talon sangat ramai malam itu. Lana dengan sibuknya melayani para tamu yang sekedar memesan cofee ataupun makan malam.
Dishwalla – Every Little Thing
Let me in
to see you in the morning light
to get me on and all along the tears they come
see all come
I want you to believe in life
but I get the strangest feeling that you've gone away
will you find out who you are too late to change?
I wish I could be
every little thing you wanted
all the time
I wish I could be
every little thing you wanted
all the time
some times
Alunan musik Dishwalla terdengar di cafe. Membuat suasana romantis semakin terasa. Banyak pasangan muda mudi yang menjadi tamu di Talon malam itu. Sedangkan Lana memeras keringatnya di balik bar untuk memastikan kinerja Talon tetap berjalan. Ia selalu menyempatkan untuk tersenyum pada para pemesan, meskipun terlihat raut muka yang kecapaian.
“Cappucino please...” seru seorang wanita sembari membanting tasnya.
Lana menengok dan merasa tidak asing dengan suara itu.
“Lois.. Wew.. ada apa ?”
“Clark meninggalkanku tadi. Ugh sial. Dia selalu saja begitu. Mana dia membawa..... Ugh nevermind.”
Lana melemparkan senyum pada Lois.
“This is yours..” jawab Lana sembari menyodorkan secangkir Cappucino pada Lois.
“Seharusnya dia mentraktirku sekarang ini. Kenapa aku harus bayar sendiri sekarang. CK.. akan kubalas perbuatanmu!!” Seru Lois secara tak sadar.
“Capucino itu free deh buatmu Lois. Kelihatannya kau sedang bad mood. Oh iya. Kau tadi bilang CK membawa.. membawa apa ? Apakah ada barangmu yang dibawanya?”
“Uhm tidak.. aku sebal karena dia tidak menepati janjinya. CK benar-benar penipu ulung dalam hal beginian” jawab Lois
Lana tak bisa menahan tawa melihat Lois seperti kebakaran jenggot. Lois meminum cappucino nya tak terlepas sambil mengucapkan umpatan-umpatan yang tak bersuara. Lana bisa menebak kalau umpatan itu ditujukan kepada Clark.
***
“Putar kembali rekamannya.,, Tunggu.. hentikan !!!”
Layar di ruangan kerja Lex Luthor menampilkan gambar saat Fang tergeletak di jalan raya Metropolis siang tadi. Lex Luthor mendekatkan wajahnya pada layar sebesar 45” itu. Sambil mengelus-elus dagunya, ia mengamati secara detil gambar di layar itu. Raut muka Lex menunjukkan kebahagiaan yang mendalam. Susah mengungkap rahasia tentang Clark, dia mendapatkan bahan yang lebih mantap.
“Print gambar itu.. perbesar, dan perjelas gambar itu” Seru Lex kepada bawahannya.
Hmm.. sayap.. manusia.. lelaki.. siapa dia ? Suatu obyek yang sangat mengesankan. Amazing Creature. Pikiran Lex tak bisa menjauh dari gambar yang telah di print itu.
***
TO BE CONTINUED
“CK.. Let's go.. Kau sudah janji mau traktir aku khan ? C'mon.. jangan cari alasan macam macam ya” Kata Lois sembari ia menarik tangan CK.
“Ok.. Ok.. sabar..” Balas CK,
Mereka mengantri di kerumunan orang yang akan menyeberang jalan, menunggu lampu penyeberangan menyala hijau. Belum juga lampu penyeberangan berubah warna, CK dan Lois beserta kerumunan orang yang mengantri dikejutkan oleh suara tubrukan yang sangat keras diikuti teriakan histeris orang-orang di sekitar lokasi dentuman suara itu. Dengan naluri wartawannya, CK dan Lois langsung berlari menuju lokasi itu. Betapa terkejutnya mereka setelah melihat sesosok cowok, berambut hitam emo, berbadan kurus dan BERSAYAP tergeletak di depan mereka.
“Wow.. apa itu ? Manusia bersayap ?” celetuk salah satu orang di dekat mereka.
“Apakah dia masih hidup ? Coba periksa!!” Kata orang yang lain.
Seseorang mencoba memeriksa kondisi anak itu. “Sayapnya patah!!! Denyut nadinya masih terasa..” Teriak orang itu.
“Kita harus membawanya ke Rumah Sakit secepatnya..” kata CK. “Lois cepat cari taxi.. sebelum kondisinya tambah memburuk”. Lois langsung berlari mencari taxi yang kosong.
Mungkin ini saat yang tepat untuk membawanya langsung ke Rumah Sakit. Manusia bersayap ? Akan sangat beresiko membiarkannya lama-lama di sini, tambah lagi jika aku membawanya ke Rumah Sakit. Sial.. berpikirlah cepat CK..pikir CK. CK berusaha mencari solusi yang terbaik. Orang-orang di sekitarnya teralih perhatiannya untuk membantu Lois mencarikan taxi. Kondisi jalanan yang ruwet dan macet menjadikannnya sangat sulit untuk mencari taxi kosong. Tanpa disadari oleh orang-orang sekitar, CK langsung menggendong anak itu dan membawanya lari secepat kilat.
***
“Ari kenapa kau lepaskan dia ? Itu tadi saat terbaik untuk menghabisi salah satu mutant menjengkelkan itu” Tanya makhluk yang menyerupai werewolf itu kepada Ari, pemimpin pemusnah.
“Terlalu beresiko bagi kita untuk turun ke bawah. Banyak manusia yang akan mengetahui identitas kita. Lebih baik kita tetap berada di udara seperti ini.. setidaknya kita sudah melukai salah satu dari mereka. HA HA HA HA” Jawab Ari. “Ayo kita kembali.. kita sudah sangat lelah bertarung di udara hanya untuk menghadapi seorang mutant saja. Sial.. kenapa kita tidak diciptakan seperti mereka. Tapi aku bangga dengan kekuatanku sekarang. Baru kali ini serigala jadi-jadian seperti kita bisa terbang. HA HA HA HA” Tambah Ari.
Mereka berbalik arah, terbang kembali ke markas mereka. Pemusnah-pemusnah itu diciptakan untuk memburu dan menangkap (lagi) mutan-mutan burung yang melarikan diri dari Lab. Perburuan yang lama, melelahkan dan bahkan menyakitkan telah mereka lalui bertahun-tahun. Tapi para pemusnah sampai sekarang belum berhasil menangkap mereka. Pemusnah merupakan mutant modern. Dahulu mereka diciptakan sebagai werewolf biasa. Mampu berubah wujud dari manusia menjadi werewolf. Namun sekarang, sepasang sayap telah dicangkokkan ke tubuh mereka. Mereka tidak diciptakan untuk terbang.. namun demi keberhasilan mereka untuk menangkap mutant-mutant burung itu, terpaksalah sepasang sayap di cangkokkan di punggung mereka. Sangat menyakitkan bagi mereka. Dan pastinya mereka belum terbiasa dengan keadaan ini.
***
CK kembali ke apartmentnya. Di turunkannya anak itu di sofa yang berada di ruang tamu. Apartment CK memang tidak cukup luas untuk ditinggali berdua. Hanya terdiri dari 1 ruang tamu, 1 kamar dan 1 kamar mandi ditambah sebuah dapur. Ia langsung memeriksa kondisi anak tersebut. Sayap patah, tulang rusuk juga patah, memar di sekujur tubuhnya. Apa dia hasil rekayasa genetika dari Lab milik Lex Luthor ? Pikir CK. CK buru-buru mengambil perban dan obat merah di kamar mandi untuk mengobati anak itu dan kembali lagi ke ruang tamu.
“Thanks a lot..” Kata anak itu.
“Wow.. kau sudah siuman ? Aku kira kau terluka parah.” Balas CK tanpa bisa menutupi rasa terkejutnya.
Anak itu sudah duduk di sofa dengan posisi normal sambil memegangi rusuknya dengan raut muka masih kesakitan bercampur kekecewaan karena ia menyadari bahwa sayapnya patah.
“Bagaimana kondisimu.. biar aku obati dulu” Tambah CK sambil mencoba melepaskan diri dari keterkejutannya.
“It's OK.” Jawab anak itu ditambah dengan senyuman kecut yang muncul di wajahnya.
“Kau bisa percaya padaku. Aku tidak akan menyakitimu. Justru aku ingin membantumu. Aku Clark Kent. Kau siapa ?”
“Fang.” Fang menatap CK dengan tatapan curiga.
“Ada apa sebenarnya ? Siapa kamu ?”
“Maaf. Aku rasa itu bukan urusanmu CK.” Fang menjawabnya lirih dengan menahan rasa sakitnya.
“Fang, kau bisa mempercayaiku. Aku memang bukan mutant sepertimu.. Maaf.. Tapi aku juga memiliki hal yang “lain” sepertimu.”
CK terus mencoba untuk meyakinkan Fang bahwa dirinya dapat dipercaya. Fang menatapnya. Mencoba menghilangkan keraguan dalam dirinya dan meyakini bahwa CK bisa ia percaya. Tapi ia teringat kata teman-temannya, agar tidak mudah percaya kepada orang asing.
Memar di tubuh Fang perlahan-lahan mulai menghilang. CK pun melihat dan tak terkejut dengan keadaan itu. Fang mencoba berdiri, mengepakkan sayapnya yang panjangnya sekitar 3 meter itu.. KRAK!!.. terdengar suara dari salah satu sayapnya dan Fang terjatuh. Wajah Fang menunjukkan bahwa dia menahan rasa sakit yang luar biasa. CK mendekatinya dan mencoba meraba sayap Fang. Kali ini Fang benar-benar membiarkan CK untuk mendekatinya.. bahkan meraba sayapnya. Fang mencoba untuk mempercayai CK sepenuhnya.
“Aku rasa kita harus ke Rumah Sakit” kata CK
“Tidak.. Itu tidak mungkin. Sangat berbahaya di sana. Tolong bantu aku untuk meluruskan sayap ku saja. Tulang rusukku yang patah dapat sembuh dalam hitungan jam. Mungkin sayapku bisa lebih cepat.” Jawab Fang
“Tapi tulang sayapmu patah di 3 bagian. Hmm.. kalau memang begitu keadaannya.. akan kubantu untuk meluruskannya dan mengikatnya dengan bantuan papan. Kau bisa beristirahat sementara di sini.”
“Ok.. Maaf merepotkanmu CK.”
“It's Ok.”
CK merentangkan sayap Fang. Fang meringis menahan sakit. Baru kali ini dia mengalami patah sayap. Ugh aku berharap tidak mengalami hal seperti ini lagi. Benar-benar sakit!! Aku harap kawanan yang laen tidak bernasib sama seperti aku. Semoga mereka berhasil melarikan diri dari sergapan para pemusnah.
“Done...” kata CK.
***
“Max.. Max.. Fang di mana ? Kenapa dia tidak berkumpul bersama kita ?” Tanya gadis kecil di sebelah Max.
“Aku juga tidak tau dimana Fang sekarang berada, Angel. Berdoa saja semoga tidak terjadi apa-apa pada Fang.” balas Max. “Iggy, Nudge, Gazzy.. coba kalian cari tempat yang cocok buat bermalam.
“Ok Max..” Jawab mereka bertiga.
“Max.. di sana sepertinya cocok. Ada gedung yang tak terpakai di sana.” Seru Gazzy
“Ok Angel.. lebih baik kita kesana dulu.” ajak Max ke Angel.
“Yup..”
Mereka berlima mendarat di sebuah gedung tinggi yang tak terpakai di pinggiran Metropolis. Keadaan benar-benar berbeda. Mereka larut dalam keheningan. Tidak ada Fang bersama mereka. Belum pernah bagi mereka kehilangan salah satu anggota seperti ini. Angel merapat ke Max, meletakkan kepalanya di bahu Max. Max menatapnya dalam, membelai rambut Angel. Anak kecil itu sangat terpukul dengan ketidak hadiran Fang. Iggy, Nudge dan Gazzy juga diam..
“Max.. bagaimana jika Fang...”
“Dia pasti kembali. Dia berusaha mengalihkan perhatian para pemusnah. Dan dia berhasil.” celetuk Max memotong kata-kata Iggy.
Max memperhatikan Iggy. Iggy buta karena percobaan yang gagal di Lab. Para pria berjas putih mencoba mencangkokkan mata elang pada dirinya.. namun gagal. Selama ini Iggy mengandalkan pendengaran, penciuman dan perasaan hatinya. Max mencoba mengerti apa yang dirasakan Iggy. Sangat sulit bagi Iggy, bahkan kawanan tanpa Fang. Fang merupakan pelindung bagi mereka dan Max merupakan pemimpin mereka. Kombinasi yang pas buat para kawanan. Tapi saat ini Fang tidak ada diantara mereka. Jika pemusnah tiba-tiba menyerang mereka, apa yang harus mereka lakukan? Max mungkin tidak akan mampu menghadapi pemusnah sendirian. Meskipun dengan bantuan bom buatan Iggy,
“Hai aku pulang.. sudah lama kah kalian menungguku ?” Terdengar suara Fang.
“Gazzy !!!” Seru Max dan Iggy.
“Maaf.. Maaf..” timpal Gazzy
Gazzy memiliki kemampuan menirukan suara orang. Kadang ia menggunakan kemampuannya itu untuk menggoda kawanan lainnya.
“Ini bukan saat yang tepat untuk melakukan hal seperti itu. Kau tau itu Gazzy !!” Max berteriak dan melotot ke Gazzy. “Lebih baik kita beristirahat dahulu. Besok, kita cari keberadaan Fang.” Tambah Max dengan merendahkan nada suaranya.
“Ok..” Jawab para kawanan.
***
Talon sangat ramai malam itu. Lana dengan sibuknya melayani para tamu yang sekedar memesan cofee ataupun makan malam.
Dishwalla – Every Little Thing
Let me in
to see you in the morning light
to get me on and all along the tears they come
see all come
I want you to believe in life
but I get the strangest feeling that you've gone away
will you find out who you are too late to change?
I wish I could be
every little thing you wanted
all the time
I wish I could be
every little thing you wanted
all the time
some times
Alunan musik Dishwalla terdengar di cafe. Membuat suasana romantis semakin terasa. Banyak pasangan muda mudi yang menjadi tamu di Talon malam itu. Sedangkan Lana memeras keringatnya di balik bar untuk memastikan kinerja Talon tetap berjalan. Ia selalu menyempatkan untuk tersenyum pada para pemesan, meskipun terlihat raut muka yang kecapaian.
“Cappucino please...” seru seorang wanita sembari membanting tasnya.
Lana menengok dan merasa tidak asing dengan suara itu.
“Lois.. Wew.. ada apa ?”
“Clark meninggalkanku tadi. Ugh sial. Dia selalu saja begitu. Mana dia membawa..... Ugh nevermind.”
Lana melemparkan senyum pada Lois.
“This is yours..” jawab Lana sembari menyodorkan secangkir Cappucino pada Lois.
“Seharusnya dia mentraktirku sekarang ini. Kenapa aku harus bayar sendiri sekarang. CK.. akan kubalas perbuatanmu!!” Seru Lois secara tak sadar.
“Capucino itu free deh buatmu Lois. Kelihatannya kau sedang bad mood. Oh iya. Kau tadi bilang CK membawa.. membawa apa ? Apakah ada barangmu yang dibawanya?”
“Uhm tidak.. aku sebal karena dia tidak menepati janjinya. CK benar-benar penipu ulung dalam hal beginian” jawab Lois
Lana tak bisa menahan tawa melihat Lois seperti kebakaran jenggot. Lois meminum cappucino nya tak terlepas sambil mengucapkan umpatan-umpatan yang tak bersuara. Lana bisa menebak kalau umpatan itu ditujukan kepada Clark.
***
“Putar kembali rekamannya.,, Tunggu.. hentikan !!!”
Layar di ruangan kerja Lex Luthor menampilkan gambar saat Fang tergeletak di jalan raya Metropolis siang tadi. Lex Luthor mendekatkan wajahnya pada layar sebesar 45” itu. Sambil mengelus-elus dagunya, ia mengamati secara detil gambar di layar itu. Raut muka Lex menunjukkan kebahagiaan yang mendalam. Susah mengungkap rahasia tentang Clark, dia mendapatkan bahan yang lebih mantap.
“Print gambar itu.. perbesar, dan perjelas gambar itu” Seru Lex kepada bawahannya.
Hmm.. sayap.. manusia.. lelaki.. siapa dia ? Suatu obyek yang sangat mengesankan. Amazing Creature. Pikiran Lex tak bisa menjauh dari gambar yang telah di print itu.
***
TO BE CONTINUED
Tidak ada komentar:
Posting Komentar